Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Vicky Prasetyo Kritik Artis yang Pilih Diam soal Karhutla: Jangan Pura-Pura Netral

Vicky Prasetyo Kritik Artis yang Pilih Diam soal Karhutla: Jangan Pura-Pura Netral Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Vicky Prasetyo melontarkan kritik keras kepada sesama artis dan influencer yang dinilainya memilih diam di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mempertanyakan mengapa figur publik yang aktif membuat konten hiburan justru tidak menunjukkan respons serupa ketika masyarakat menghadapi persoalan lingkungan.

Kritik tersebut disampaikan Vicky melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyoroti kebiasaan sejumlah pemilik akun dengan jutaan pengikut yang dinilainya lebih cepat merespons tren viral, isu perselingkuhan artis, hingga konten pamer kemewahan.

“Mana suara kalian teman-teman artis, influencer, akun-akun media centang biru dengan jutaan pengikut? Giliran tren joget viral, isu selingkuh artis, atau pamer gaya hidup mewah, jari kalian paling lincah bikin konten. Tapi giliran hutan dibakar sampai langitnya menguning, kenapa bibir kalian mendadak kelu dan akun kalian membisu?” semprot Vicky.

Bagi Vicky, perbedaan respons tersebut menjadi persoalan yang patut dipertanyakan. Ia menilai figur publik memiliki ruang dan jangkauan yang cukup besar untuk membantu menyebarkan informasi mengenai bencana, termasuk dampaknya terhadap masyarakat di wilayah terdampak.

Ia kemudian menyoroti kondisi kelompok rentan yang menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap. Bayi dan lanjut usia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk, terutama karena gangguan pernapasan dapat menimbulkan dampak serius.

“Buka mata kalian! Di sana bayi-bayi dan lansia sedang bertaruh nyawa, tenggorokannya terbakar dan paru-parunya diracuni meski bernapas di rumah sendiri. Hutan kita hangus dijarah korporasi, satwa mati terpanggang tanpa ada area aman untuk lari. Sementara kalian cuma duduk manis nonton dari layar smartphone,” lanjutnya geram.

Vicky juga mengaitkan persoalan karhutla dengan tanggung jawab sosial para pemilik akun berpengaruh. Menurut dia, jumlah pengikut yang besar bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penonton dan kerja sama komersial, tetapi juga dapat menjadi sarana menyampaikan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Kalian itu bukan sekadar penonton biasa, kalian rumah algoritma. Satu unggahan kalian bisa menggiring opini publik, satu suara kalian bisa menekan pengambil kebijakan. Jangan cuma manfaatkan rakyat buat panen viewers dan endorsement, tapi giliran rakyat kecil sekarat kekurangan oksigen, kalian pura-pura netral demi menjaga citra!” sindir Vicky pedas.

Ia bahkan mempertanyakan keberanian para figur publik untuk menggunakan pengaruh mereka dalam menyuarakan persoalan lingkungan. Vicky berharap perhatian yang selama ini tercurah pada tren hiburan juga diberikan kepada upaya penyelamatan hutan dan penanganan dampak karhutla.

“Nyali kalian di mana? Pakai pengaruh itu untuk bersuara menyelamatkan hutan. Atau akui saja kalau jutaan followers kalian cuma dipakai untuk menjilat para penguasa.”

Baca Juga: Nyawa Anak-anak hingga Satwa Langka Jadi Korban Panasnya Karhutla, PDIP: Mau Sampai Kapan?

Meski melontarkan kritik tajam, pernyataan Vicky tersebut merupakan penilaiannya terhadap respons sebagian figur publik. Tingkat kepedulian artis dan influencer terhadap karhutla tidak dapat disimpulkan hanya dari unggahan yang terlihat di media sosial, sehingga klaim mengenai siapa yang bersuara atau memilih diam tetap perlu dilihat berdasarkan aktivitas masing-masing.

Di sisi lain, sejumlah figur publik seperti Gading Marten, Irfan Hakim, dan DJ Winky Wiryawan disebut turut menyuarakan persoalan karhutla. Keterlibatan mereka menunjukkan pentingnya memeriksa pernyataan atau unggahan secara spesifik sebelum menyimpulkan bahwa dunia hiburan sepenuhnya tidak memberikan perhatian terhadap bencana.

Pada akhirnya, kritik Vicky menyoroti pertanyaan tentang bagaimana figur publik menggunakan jangkauan media sosial mereka ketika persoalan lingkungan berdampak pada kehidupan masyarakat. Namun, besarnya pengaruh digital juga perlu diimbangi informasi yang akurat agar perhatian publik dapat diarahkan pada kondisi korban dan penanganan bencana yang nyata.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: