Klaim Dirinya dan Gibran Jadi Sasaran Operasi Politik, Jokowi Sudah Kantongi Dalangnya?
Kredit Foto: Istimewa
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai polemik ijazah yang menyeret dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lepas dari dugaan operasi politik. Namun, meski menyampaikan tudingan tersebut secara terbuka, Jokowi belum mengungkap siapa pihak yang diduga berada di balik gerakan tersebut.
Jokowi mengatakan isu ijazahnya kembali ramai karena adanya pihak yang menunggangi polemik untuk kepentingan tertentu. Ia mengaku sudah menyampaikan dugaan tersebut sejak awal persoalan mencuat.
“Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi ya buat saya biasa aja,” kata Jokowi, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Jokowi memandang polemik ijazah bukan semata-mata sebagai persoalan yang berkaitan dengan dokumen pendidikannya. Ia menduga ada kepentingan politik yang ikut bermain dan membuat isu tersebut terus menjadi perhatian publik.
Jokowi juga membuka kemungkinan bahwa polemik ijazah dimanfaatkan untuk menurunkan reputasi politik seseorang. Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya upaya untuk menjatuhkan citra politik melalui isu tersebut, ia tidak menampik dugaan itu.
“Bisa saja seperti itu, bisa saja, memang sekalian lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang,” ujarnya.
Istilah downgrade yang digunakan Jokowi merujuk pada dugaan upaya menurunkan reputasi atau citra politik seseorang. Dalam konteks ini, ia melihat polemik ijazah berpotensi memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar perdebatan di ruang publik.
Dugaan itu juga tidak hanya diarahkan kepada dirinya. Jokowi menyebut Gibran berpotensi menjadi sasaran dalam situasi yang ia gambarkan sebagai operasi politik tersebut.
Ketika ditanya apakah dugaan operasi politik itu menyasar dirinya atau Gibran, Jokowi menjawab singkat. “Ya dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran),” pungkasnya.
Pernyataan tersebut memperluas persoalan yang disorot Jokowi, dari polemik ijazah pribadi hingga dampaknya terhadap reputasi politik putra sulungnya. Meski demikian, ia belum memerinci pihak yang dituding, bentuk operasi yang dimaksud, maupun bukti spesifik yang mendasari pernyataannya.
Pernyataan Jokowi mengenai operasi politik memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana ia mengetahui pihak yang diduga menunggangi polemik ijazah. Namun, dari keterangan yang disampaikan, belum ada informasi yang memastikan bahwa Jokowi telah mengantongi identitas aktor di balik dugaan tersebut.
Pengalaman Jokowi memimpin Indonesia selama dua periode merupakan bagian dari rekam jejak politiknya. Akan tetapi, pengalaman itu tidak dapat dijadikan bukti bahwa ia sudah mengetahui siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataannya.
Untuk menjelaskan dugaan operasi politik tersebut secara lebih terang, diperlukan keterangan yang konkret. Identitas pihak yang dituding, peran masing-masing, serta bukti yang mendukung dugaan itu menjadi hal penting untuk menilai klaim tersebut secara objektif.
Di sisi lain, polemik ijazah tetap memiliki persoalan tersendiri yang perlu dibedakan dari dugaan operasi politik. Pernyataan Jokowi mengenai kemungkinan adanya kepentingan politik tidak dengan sendirinya menjawab substansi polemik ijazah yang selama ini menyeret namanya.
Karena itu, pertanyaan apakah Jokowi sudah mengetahui dalang di balik polemik tersebut masih belum terjawab berdasarkan pernyataannya yang tersedia. Sejauh ini, ia baru menyampaikan dugaan adanya operasi politik yang berpotensi menyasar reputasi dirinya dan Gibran, tanpa mengungkap secara terbuka siapa pihak yang dimaksud.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: