Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Minat Investasi Mahasiswa Tinggi, Smartin dan Uhamka Bentuk Klub Investasi

Minat Investasi Mahasiswa Tinggi, Smartin dan Uhamka Bentuk Klub Investasi Kredit Foto: Smartin
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Smartin Advisor Sistem (SAS) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) membentuk Smartin Investment Club untuk memperkuat literasi keuangan dan investasi mahasiswa. Inisiatif ini menyasar generasi muda agar lebih memahami peluang investasi sekaligus mampu mengelola risiko di tengah perkembangan ekonomi digital.

Pembentukan klub tersebut diresmikan dalam diskusi bertajuk Digital Literacy to Financial Resilience: Membangun Generasi Kritis di Tengah Ekonomi Investasi Digital di Kampus A Limau Uhamka, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan survei terhadap mahasiswa Uhamka yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45% responden belum memiliki instrumen investasi. Sementara itu, 40% menyatakan berencana berinvestasi dan 15% lainnya sudah memiliki investasi.

Survei yang sama menunjukkan 75% responden menilai klub investasi diperlukan, sedangkan 5% menyatakan tidak perlu dan 20% lainnya mengaku belum mengetahui apakah klub tersebut dibutuhkan.

Chief Business Officer (CBO) Dupoin Group International Philip Chan mengatakan, edukasi investasi penting untuk membangun kebiasaan berinvestasi yang disertai pemahaman risiko. Kehadiran klub investasi diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan pengetahuan keuangan sebelum memasuki dunia kerja.

“Kami menggelar literasi investasi bagi intelektual muda agar dapat membantu mereka lebih prudent dalam berinvestasi. Selain itu, kami membangun budaya berinvestasi lewat kehadiran Uhamka-Smartin Investment Club yang beranggotakan para mahasiswa,” ujar Philip.

Smartin Investment Club akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan, antara lain diskusi rutin mengenai investasi saham, aset kripto, dan perdagangan berjangka atau futures. Klub ini juga akan mengadakan kompetisi trading, pelatihan public speaking, serta pemasaran digital.

Dupoin dan Smartin berencana mengembangkan klub serupa di sejumlah universitas lain. Program tersebut diharapkan dapat memperluas literasi keuangan sekaligus mempersiapkan talenta baru untuk industri jasa keuangan, termasuk perusahaan pialang berjangka, aset kripto, perbankan, dan asuransi.

Survei mahasiswa Uhamka juga mengidentifikasi sejumlah hambatan dalam aktivitas investasi dan trading digital. Sebanyak 60% responden yang tidak melakukan aktivitas tersebut mengaku belum mengetahui peluang yang tersedia, sedangkan 35% terkendala modal dan 5% menilai trading tidak halal.

Di sisi lain, sebanyak 50% responden yang telah berinvestasi di saham, futures, maupun aset digital disebut memanfaatkan teknologi untuk memitigasi risiko.

Temuan tersebut menjadi salah satu konteks penyelenggaraan literasi keuangan yang menggabungkan pembahasan instrumen investasi, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan risiko.

President Director Smartin Odang Supriatna menilai kegiatan tersebut dapat memperkenalkan mahasiswa pada beragam profesi di industri perdagangan berjangka komoditas (PBK), mulai dari analis, trader, penasihat, hingga tenaga pemasaran digital dan pembuat konten.

Menurut dia, mahasiswa juga perlu memahami bahwa bekerja di industri tersebut membutuhkan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang memadai. Smartin membuka kesempatan bagi peserta untuk mempelajari kebutuhan industri melalui kegiatan pembekalan.

Market Expert & Chief Financial Analyst Dupoin Futures Geraldo Kovit menambahkan, akses terhadap teknologi dan instrumen investasi perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis serta pemahaman terhadap risiko.

“Harapannya, melalui edukasi ini, mahasiswa dapat menjadi generasi yang lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tidak mudah terjebak dalam investasi ilegal atau keputusan impulsif, serta mampu membangun ketahanan finansial untuk masa depan,” ujar Geraldo.

Chief Investor Relation Dupoin Futures Dhiraj Kelly Salwani juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun dana aman sebelum mengejar imbal hasil investasi. Pemilihan instrumen, menurut dia, perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, bukan sekadar mengikuti tren.

Ia menyarankan calon investor memeriksa lima aspek sebelum menempatkan dana, yakni legalitas produk atau broker, tujuan investasi, risiko, biaya, dan bukti pendukung.

“Intinya lindungi dulu modalmu, jangan langsung ingin cepat kaya,” kata Dhiraj.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka Tellys Corliana mengatakan kegiatan literasi keuangan dapat melengkapi pembelajaran literasi digital yang telah diberikan di kampus.

Menurut dia, mahasiswa perlu bersikap kritis terhadap tawaran investasi digital yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Teknologi digital itu ibarat senjata bermata dua, yakni bisa bermanfaat, tapi kalau salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak yang menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi cara untuk cepat kaya. Padahal, ini harus dikritisi,” ujar Tellys.

Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charista turut mengingatkan bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko berbeda. Pada aset digital, misalnya, investor perlu memahami fungsi aset, likuiditas, volatilitas, serta aspek keamanan platform yang digunakan.

Ia juga menekankan bahwa kenaikan harga tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk memilih aset. Investor perlu memahami produk yang dibeli dan tidak sekadar mengikuti rekomendasi pihak lain atau membeli karena takut tertinggal tren.

Sementara itu, Wakil Dekan FISIP Uhamka sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Farida Hariyanto menekankan pentingnya manajemen risiko sebelum mahasiswa terjun ke investasi maupun trading. Ia mengingatkan agar dana yang digunakan merupakan uang yang tidak dialokasikan untuk kebutuhan pokok.

Melalui kolaborasi ini, Smartin dan Uhamka berharap mahasiswa dapat membangun kebiasaan investasi yang lebih terukur, memahami risiko setiap instrumen, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri keuangan yang terus berkembang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: