Survei SMRC: Dedi Mulyadi Tembus Papan Atas, Kualitas Kepemimpinan Prabowo Malah Nomor 27!
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait studi kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif melahirkan sebuah potret anomali politik yang cukup ironis. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berhasil melesat ke papan atas. Sementara Presiden Prabowo Subianto justru terpuruk di papan bawah.
Dikutip Sabtu (17/10/2026) Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Saiful Mujani mengatakan bahwa survei ini menjaring penilaian dari 200 pemuka pendapat (opinion leaders), yang didominasi oleh 166 akademisi/ilmuwan dan 34 jurnalis berpengalaman.
Baca Juga: Gertakan 'Operasi Politik' Mandul, Tuduhan Jokowi Tak Akan Bisa Surutkan Gaungan Pemakzulan Gibran
Saiful sendiri menyebut penilaian tersebut didasarkan pada 10 indikator kepemimpinan yang sangat holistik, di antaranya kompetensi, integritas, akseptabilitas, serta komitmen pada demokrasi dan politik luar negeri yang bebas aktif.
Dedi Mulyadi sukses mencuri perhatian publik intelektual dalam evaluasi terhadap 31 tokoh nasional dari berbagai latar belakang. Ia dinobatkan sebagai salah satu pemimpin daerah dengan kualitas terbaik tingkat nasional, bertengger manis di peringkat keempat dengan mengantongi skor rata-rata 7,0.
Saiful Mujani sendiri memberikan apresiasi khusus kepada politikus itu karena tingginya skor dari kaum elite tersebut ternyata sangat linier dengan besarnya cinta dan tingkat kesukaan (likeability) masyarakat umum yang mencapai di atas 90 persen.
Namun, kegemilangan yang diraih oleh gubernur ini berbanding terbalik 180 derajat dengan penilaian yang diberikan oleh para opinion leaders terhadap pimpinan tertinggi pemerintahan saat ini. Nama Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan justru terjerembap ke dasar klasemen.
Sang Kepala Negara harus puas berada di peringkat ke-27 dari 31 tokoh yang disurvei. Skor rata-rata yang diperolehnya hanya menyentuh angka 5,1, tertinggal jauh dari nama-nama politikus lain seperti Puan Maharani, Muhaimin Iskandar hingga Agus Harimurti Yudhoyono.
Meskipun Saiful Mujani menegaskan bahwa survei berbasis persepsi opinion leaders ini tidak otomatis berkorelasi dengan proyeksi dukungan pemilih secara riil dalam pemilu (elektabilitas) maupun kepastian pencalonan, temuan ini tetap menjadi peringatan keras bagi Istana.
Baca Juga: Eks Kopassus Berikan Nilai Gibran Nol Besar: Jangankan Jadi Wapres, Tidak Cocok Bahkan Jadi Ketua RT
Skor Prabowo yang rendah di mata kalangan akademisi dan jurnalis mengindikasikan adanya defisit kualitas yang dirasakan oleh kaum kritis, terutama menyangkut aspek komitmen demokratis, integritas institusional, maupun profesionalisme pengelolaan negara yang selama ini menjadi parameter utama kaum intelektual dalam menilai kelayakan seorang pemimpin.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar