PDIP Sebut Operasi Jokowi dan Anwar Usman Jadi Kunci Utama Lolosnya Gibran di Pilpres 2024
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Mulai ada titik terang akar dari polemik keabsahan dokumen pendidikan yang kini melilit Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak sekadar melihat kasus ini sebagai kecacatan administratif biasa, melainkan buah dari persekongkolan elite tingkat tinggi dari Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dikutip Sabtu (17/10/2026) Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mohamad Guntur Romli secara gamblang membongkar anatomi nepotisme yang merusak tatanan hukum pemilu di Indonesia. Menurutnya, Gibran bisa lolos berkat kerja dari Jokowi dan Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
Baca Juga: Cekcok Panas di Ciamis: Dedi Mulyadi Semprot Warga, Tegaskan Jalan Rusak Tanggung Jawab Bupati
Ia membeberkan bahwa karpet merah untuk politikus muda itu pada kontestasi pilpres sebelumnya tidak hanya digelar melalui satu jalur, melainkan lewat serangkaian "operasi politik" yang mengintervensi berbagai lembaga independen negara.
Operasi pertama dan yang paling mencolok, menurutnya adalah eksploitasi Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Putusan yang memuluskan jalan kepala daerah di bawah usia 40 tahun untuk berlaga di pilpres tersebut diketuk langsung oleh Paman Gibran, Anwar Usman.
Namun, Guntur mengungkap bahwa manuver tersebut tidak berhenti di MK. Operasi politik tingkat lanjut dilakukan untuk mengamankan kelemahan administratif Gibran. Manuver kedua ini dieksekusi melalui modifikasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Guntur menyoroti kejanggalan pada terbitnya Pasal 18 Ayat 3 PKPU Nomor 19 Tahun 2023. Secara sangat presisi dan mencurigakan, pasal tersebut memuat klausul pengecualian bukti kelulusan sekolah menengah atas bagi calon presiden dan wakil presiden yang menempuh pendidikan di luar negeri. Aturan inilah yang menjadi pelindung awal bagi ketiadaan ijazah setara sekolah menengah atas milik Gibran di KPU.
"Operasi politik memanipulasi kekuasaan, terutama oleh presiden yang berkuasa saat itu. Jokowi bapaknya Gibran dan Anwar Usman itu Adik Ipar Jokowi yang Paman Gibran," ujar Guntur Romli.
"Lolosnya Gibran itu karena operasi politik, operasi politik melalui putusan MK Nomor 90 Tahun 2023," imbuhnya.
Sebelumnya, Jokowi menuding polemik ijazah yang menyeret keluarganya adalah ulah pihak luar yang ingin menjatuhkannya.
"Sekali lagi, ini operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik seseorang," kata Jokowi.
Baca Juga: Ada Sosok Mabuk Kekuasaan yang Ingin Pecah Belah Koalisi Prabowo-Gibran, Begini Kata PSI
"Saya sampaikan sejak awal ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi ramai lagi," tambahnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar