- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Blackout Batam-Bintan Berdampak pada 411 Ribu Pelanggan, ESDM Lanjutkan Investigasi
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab gangguan listrik atau blackout di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. Meski penyebabnya belum dipastikan, pasokan listrik di kedua wilayah tersebut dipastikan telah pulih 100 persen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan seluruh pelanggan terdampak telah kembali mendapatkan aliran listrik. Ia menyebut pemulihan pasokan listrik di kedua wilayah tersebut telah mencapai 100 persen pada Kamis (15/10/2026).
Kendati demikian, Tri menegaskan pihaknya masih mendalami penyebab gangguan yang mengakibatkan pemadaman listrik tersebut. Menurutnya, prioritas pemerintah adalah memastikan masyarakat dapat kembali menikmati layanan kelistrikan.
"OTW, masih OTW hasil investigasi. Tapi yang penting, secepat mungkin masyarakat bisa menikmati listrik kembali, itulah yang penting, sambil kita melakukan investigasi," ujar Tri kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Tri juga membantah adanya keterkaitan antara pemadaman listrik di Batam dan pergantian pucuk pimpinan PT PLN (Persero).
Sebagai informasi, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PLN pada Rabu (14/10/2026) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo. Sebelumnya, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.
"Oh, enggak ada hubungannya, enggak ada hubungannya," tegas Tri.
Blackout Berdampak pada 411.219 Pelanggan
Sebagaimana diketahui, gangguan sistem kelistrikan Batam dan Bintan terjadi pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 06.37 WIB. Berdasarkan data PLN Batam, pemadaman tersebut berdampak pada 411.219 pelanggan.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Hingga Selasa (13/10/2026) dini hari, sebanyak 406.083 pelanggan atau sekitar 98,8 persen dari total pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik.
Sementara itu, sebanyak 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi yang terdampak dilaporkan telah kembali beroperasi. Pasokan listrik di Batam kemudian dinyatakan pulih sepenuhnya.
Adapun pada Kamis (15/10/2026), Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menyatakan listrik di Batam telah pulih 100 persen, sedangkan pemulihan di sebagian wilayah Bintan masih berlangsung.
Bahlil Sebut Dugaan Gangguan Teknis
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemadaman listrik di Batam diduga dipicu sejumlah kendala teknis pada jaringan kelistrikan.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, gangguan tersebut diduga disebabkan oleh sambaran petir hingga hewan yang mengenai jaringan listrik.
"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam itu, Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknislah, kira-kira begitu," kata Bahlil seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Bahlil Tepis Isu Pergantian Dirut PLN Akibat Blackout di Batam
Baca Juga: Danantara Minta Maaf soal Blackout Batam, Janji Benahi Layanan PLN
Baca Juga: Blackout Batam Disebut Tanda Ekonomi RI Tumbuh Baik
Selain sambaran petir, Bahlil menyebut kemungkinan adanya kelelawar yang mengenai jaringan listrik. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir investigasi.
"Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya," ungkap Bahlil.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri