Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ISEF 2026 Hasilkan Kesepakatan Rp3,2 Triliun, Ekonomi Syariah Didorong Naik Kelas

ISEF 2026 Hasilkan Kesepakatan Rp3,2 Triliun, Ekonomi Syariah Didorong Naik Kelas Kredit Foto: (Istimewa)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Capaian business matching atau kesepakatan bisnis dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada 2026 mencapai Rp3,2 triliun per 17 Oktober 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menyebutkan bahwa capaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap perekonomian nasional.

Ia mengatakan, pada gelaran ISEF pada 2026 ini aktivitas bisnis yang terbangun selama festival penting untuk disoroti karena memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat. Kata Solikin, pengembangan ekonomi syariah perlu mendorong kegiatan produktif dan memperluas kesejahteraan.

“ISEF bukanlah sekedar rangkaian acara tahunan, ini sekarang sudah ke-13. ISEF adalah ruang untuk mempertemukan gagasan dan aksi, memperkuat sinergi, dan membuka peluang agar ekonomi dan keuangan syariah makin berkontribusi secara nyata kepada perekonomian nasional," ujarnya dalam Closing Ceremony ISEF 2026 di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: Libatkan 1.000 Pelaku Industri Halal, ISEF 2026 Hadirkan Pengalaman Ekonomi Syariah hingga Family Run

Baca Juga: OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui ISFO 2026

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE), kata Solikin, Indonesia berada dalam jajaran lima besar ekonomi syariah global. Ia menekankan bahwa potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi usaha yang produktif dan berdaya saing.

“Namun demikian, kita tidak puas hanya merujuk kepada suatu potensi. Kita ingin menjadikan potensi tersebut harus dikonversikan menjadi usaha-usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan juga pada akhirnya memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas," ucapnya.

Untuk mendukung itu, BI menyoroti penguatan rantai nilai halal (halal value chain) dari pemberdayaan usaha dan sertifikasi halal hingga akses perdagangan serta pembiayaan. Selain itu, penguatan akses pembiayaan syariah juga didorong melalui inovasi dan integrasi keuangan sosial dengan keuangan komersial.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri