Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Syariah, BI Siapkan Tiga Jurus untuk Kerek Daya Saing

Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Syariah, BI Siapkan Tiga Jurus untuk Kerek Daya Saing Kredit Foto: (Istimewa)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) mencatat bahwa Indonesia berada di dalam jajaran 5 besar ekonomi syariah global. Seiring dengan itu, Bank Indonesia (BI) mendorong Indonesia mengubah posisinya tersebut menjadi aktivitas usaha yang produktif dan berdaya saing dengan penguatan rantai nilai halal, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menyampaikan bahwa posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global menunjukkan potensi yang perlu diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi nyata.

“Kita ingin menjadikan bahwasannya potensi tersebut harus dikonversikan menjadi usaha-usaha yang lebih produktif, berdaya saing dan juga pada akhirnya memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya dalam Closing Ceremony ISEF 2026 di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Untuk mencapai tujuan itu, BI menyoroti tiga aspek yang perlu diperkuat yakni integrasi halal value chain atau rantai nilai halal dari hulu ke hilir, perluasan akses pembiayaan syariah melalui inovasi serta integrasi keuangan sosial dan komersial, dan peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan dukungan digitalisasi agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Adapun ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Pasalnya, usaha produktif membutuhkan akses pembiayaan dan pasar, sementara lembaga pembiayaan memerlukan ekosistem usaha yang kuat. Lalu, pengembangan ekosistem juga membutuhkan masyarakat yang memahami dan percaya terhadap manfaat ekonomi serta keuangan syariah.

“Dengan sinergi tersebut, UMKM dapat semakin berkembang, lapangan kerja tercipta, dan juga rantai nilai halal semakin kuat. Selain itu, manfaat pertumbuhan dapat dirasakan dengan lebih luas,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri