Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ray Rangkuti Sebut Jokowi Panik soal Isu Ijazah Gibran, Singgung Operasi Politik

Ray Rangkuti Sebut Jokowi Panik soal Isu Ijazah Gibran, Singgung Operasi Politik Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung dugaan operasi politik di balik polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Ia menilai pernyataan tersebut menunjukkan Jokowi tengah berada dalam posisi terdesak.

Ray bahkan menyebut Jokowi seperti kehabisan argumen dalam menghadapi polemik yang terus bergulir. Menurut dia, tudingan adanya operasi politik justru memperlihatkan respons yang cenderung menyerang pihak lain.

"Lagi panik aja, sudah enggak ada argumennya, tinggal serang-serang ke sana kemari kan," kata Ray dalam program Kompas Petang di KompasTV, Minggu (18/10/2026).

Ray kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan pola respons politik yang menurutnya pernah digunakan sebelumnya. Ia menilai ada tahapan tertentu ketika seseorang menghadapi kritik atau polemik yang berkembang di ruang publik.

Tahap pertama, kata Ray, adalah menuding pihak lain sebagai penyebab kegaduhan. Setelah itu, muncul tuduhan bahwa pihak yang menyampaikan kritik mendapat bayaran atau memiliki tokoh politik tertentu di belakangnya.

Dalam konteks polemik ijazah Gibran, Ray menyoroti penggunaan narasi mengenai adanya pihak yang menunggangi persoalan tersebut. Ia menyebut tudingan semacam itu sebagai bagian dari pola yang kerap muncul dalam perseteruan politik.

Tahap berikutnya, menurut Ray, adalah membawa persoalan ke ranah hukum ketika tuduhan sebelumnya dinilai tidak berhasil memengaruhi pandangan masyarakat. Ia menyinggung kemungkinan penggunaan laporan polisi dengan berbagai dalih sebagai bagian dari pola tersebut.

Meski demikian, Ray sedang menyampaikan penilaiannya terhadap pola komunikasi politik yang ia lihat, bukan memastikan bahwa seluruh tahapan itu telah terjadi dalam polemik ijazah Gibran. Ia juga tidak menyebut bahwa laporan polisi pasti akan menjadi langkah berikutnya dalam perkara tersebut.

Ray menilai pola semacam itu bukan sesuatu yang baru. Ia mengatakan respons serupa pernah muncul sebelumnya, meskipun dalam pernyataan yang disampaikan kali ini belum jelas siapa pihak yang secara spesifik dituding berada di balik dugaan operasi politik tersebut.

Ketidakjelasan mengenai pihak yang dimaksud itu turut menjadi sorotan Ray. Menurut dia, tudingan mengenai adanya operasi politik perlu dilihat dari penjelasan yang disampaikan, termasuk siapa yang dianggap menjalankan operasi tersebut.

Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran! Anak Jokowi Disebut 'Nganggur' dan Kurang Kerjasama

Di sisi lain, Jokowi sebelumnya menyinggung dugaan adanya operasi politik dalam polemik ijazah Gibran. Pernyataan tersebut muncul ketika isu mengenai latar belakang pendidikan putra sulungnya kembali menjadi pembahasan di ruang publik.

Namun, Ray mengaku tidak terlalu mempersoalkan klaim Jokowi mengenai dugaan operasi politik itu. Sikap tersebut sekaligus menegaskan bahwa perhatian Ray lebih tertuju pada cara Jokowi merespons polemik ketimbang tudingan mengenai adanya pihak yang menunggangi persoalan tersebut.

Pernyataan Ray menambah respons dari kalangan pengamat terhadap polemik ijazah Gibran yang terus bergulir. Meski demikian, penilaian mengenai kepanikan dan kehabisan argumen tersebut merupakan pandangan Ray, sementara klaim adanya operasi politik tetap perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama