Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gerindra: Prabowo Banyak Kinerja dan Prestasinya, tapi Belum Disadari Publik

Gerindra: Prabowo Banyak Kinerja dan Prestasinya, tapi Belum Disadari Publik Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai sederet capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir belum sepenuhnya mendapat pengakuan masyarakat. 

"Ada semacam ketidakadilan persepsi yang menimpa seorang Prabowo Subianto. Banyak kinerjanya, banyak prestasinya, banyak hasil capaiannya, tapi belum menjadi kesadaran publik," kata Sugiat saat menanggapi hasil survei nasional Parameter Politik Indonesia (PPI), Minggu (18/10/2026).

Sugiat mengidentifikasi tiga faktor yang dinilai memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Pertama, peran Badan Komunikasi (Bakom) dan lembaga komunikasi di kementerian dinilai belum maksimal dalam menyampaikan hasil kerja pemerintah secara objektif.

Baca Juga: Rocky Gerung: Gue Pro MBG Pro Koperasi, Yang Kritik Sakit Hati Doang

Kedua, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta peran buzzer dinilai ikut mempengaruhi pembentukan opini publik, yang menurutnya tidak selalu mencerminkan kondisi objektif di lapangan. Ketiga, persoalan teknokratik di tingkat kementerian hingga daerah masih menjadi hambatan dalam menerjemahkan kebijakan menjadi program nyata.

Di tengah persoalan tersebut, Sugiat juga menilai masyarakat belum bisa sepenuhnya merasakan hasil sejumlah program pemerintah karena masih dalam tahap pembangunan dan pelaksanaan. Ia mencontohkan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, hingga Sekolah Rakyat yang belum berjalan secara masif.

"Ada beberapa program yang itu belum bisa dinikmati di dua tahun berjalan ini seperti misalnya Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, ini Sekolah Rakyat belum secara masif berjalan, masih dibangun fisiknya dan lain sebagainya," ungkapnya.

Baca Juga: Tiga Partai Ini Disebut Sudah Menyambut Usulan Hak Angket Ijazah Gibran

Ia pun mengibaratkan dua tahun pertama pemerintahan Prabowo seperti masa menanam padi, ketika hasil belum dapat dipanen karena proses penyemaian, pemupukan, dan perawatan masih berlangsung.

"Saya yakin dan percaya, dua tahun ini memang belum masa panen elektoral. Seperti musim tanam padi, ini masih menyemai bibit, memupuk, dan merawat," ujarnya.

Sugiat meyakini hasil dari berbagai program tersebut akan lebih terlihat pada tahun ketiga atau keempat pemerintahan Prabowo. Ia berharap, ketika manfaat kebijakan mulai dirasakan masyarakat, persepsi publik terhadap kinerja pemerintah juga akan semakin positif.

"Sama seperti kita katakanlah masa musim panen padi, ini masih menyemai bibit, memupuk, dan merawat. Saya yakin dan percaya di tahun ketiga atau di tahun keempat, nanti sudah akan ada hasil yang sangat maksimal. Pada saat itu saya yakin dan percaya bahwa persepsi opini publik akan semakin positif untuk menilai kinerja pemerintahan Pak Prabowo," tutur Sugiat.

Diketahui, survei nasional PPI mencatat 65,2% responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Di sisi lain, 28,1 persen responden mengaku tidak puas.

Secara terperinci, sebanyak 2,9% responden menyatakan sangat puas dan 62,3% mengaku puas. Adapun responden yang menyatakan tidak puas mencapai 19,4%, sedangkan 8,7% mengaku sangat tidak puas. Sisanya, sebanyak 6,7%, menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri