Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Strategi Multichannel: Cara Bisnis Tumbuh Mandiri Tanpa Ketergantungan Marketplace

Strategi Multichannel: Cara Bisnis Tumbuh Mandiri Tanpa Ketergantungan Marketplace Kredit Foto: Dokumen Doku
Warta Ekonomi, Jakarta -

Strategi multichannel adalah langkah penting bagi bisnis Anda yang ingin melakukan diversifikasi kanal penjualan untuk mengurangi ketergantungan pada satu platform, seperti marketplace. Konsep multichannel membagi peran yang berbeda antara marketplace dan kanal milik sendiri. Melalui pendekatan ini, bisnis Anda dapat menjaga margin yang lebih baik dan membangun data pelanggan lebih efektif.

Untuk menerapkan strategi ini, peran infrastruktur pembayaran sangat krusial. Dengan layanan Payment Gateway dan fitur seperti Payment Link, setiap kanal penjualan bisa menyajikan pengalaman pembayaran yang nyaman dan konsisten, baik di marketplace maupun kanal mandiri berbasis percakapan. Hal ini memungkinkan bisnis mempertahankan kenyamanan sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.

Lantas, apa saja strategi multichannel agar bisnis tak bergantung dengan platform marketplace? Berikut ulasannya. 

1. Tetapkan Definisi Kerja Multichannel

Multichannel bukan soal menambah jumlah kanal penjualan, melainkan membedakan fungsi setiap kanal secara jelas. Marketplace dan kanal mandiri harus punya peran unik yang tidak saling tumpang tindih agar tidak sekadar menduplikasi pekerjaan. Kanal mandiri tidak diukur dari seberapa besar volume penjualannya dibanding marketplace, melainkan lewat margin bersih dan jumlah pelanggan yang datanya berhasil dimiliki. 

Penekanan pada margin dan data pelanggan ini krusial karena membangun trafik di kanal mandiri memang cenderung lebih lambat. Tanpa definisi yang tepat, kanal milik sendiri bisa dinilai gagal dan ditutup sebelum potensi maksimalnya berkembang. Oleh karena itu, menetapkan tolok ukur yang sesuai untuk tiap kanal sangat penting dalam strategi multichannel.

2. Posisikan Marketplace sebagai Mesin untuk Menjangkau Pelanggan 

Marketplace berfungsi sebagai pintu masuk utama untuk menjangkau calon pelanggan yang belum mengenal merek Anda. Kekuatan marketplace terletak pada akses pasar yang luas dan kemampuan menarik pengunjung baru dengan produk pengenalan yang margin keuntungannya relatif tipis. Tujuannya bukan keuntungan maksimal, tapi membuka peluang perkenalan merek yang lebih luas.

Meski begitu, fokus utama adalah agar marketplace tidak menjadi satu-satunya sumber penjualan. Struktur biaya yang ditentukan oleh pihak platform dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menyulitkan bisnis Anda. Oleh sebab itu, mempertahankan marketplace sebagai alat penjangkauan, bukan pusat keuntungan, akan memberikan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan bisnis.

3. Jadikan Kanal Sendiri Penjaga Margin dan Pemilik Relasi

Kanal mandiri berperan menjaga margin keuntungan dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan Anda. Menjual produk bernilai tinggi atau yang sifatnya berulang lebih menguntungkan jika dilakukan di kanal sendiri karena Anda memegang kendali penuh atas harga dan data pelanggan. Data ini membuka peluang untuk mengirimkan penawaran ulang tanpa biaya akuisisi tambahan.

Di kanal ini, Anda dapat menggunakan fitur Recurring Payment berbasis kartu kredit seperti Visa, Mastercard, JCB, dan American Express. Fitur ini sangat berguna untuk bisnis model subscription, membership, perangkat lunak as a service (SaaS), maupun penagihan rutin lainnya. Selain mendukung pendapatan berulang, penggunaan data pelanggan secara langsung juga membantu memproyeksikan bisnis secara lebih akurat.

4. Samakan Infrastruktur Pembayaran di Semua Kanal

Pengalaman pembayaran yang mulus sangat penting agar pelanggan tidak ragu menyelesaikan transaksi, baik di marketplace maupun kanal mandiri. Infrastruktur pembayaran harus memberikan kenyamanan yang setara dengan cakupan metode pembayaran yang luas, minimal mencakup kartu kredit, virtual account dari berbagai bank, QRIS statis dan dinamis, serta e-wallet populer seperti OVO, DANA, ShopeePay, dan LinkAja.

Selain itu, akses pembayaran melalui minimarket dan metode PayLater seperti Akulaku, Ceria, Indodana, dan Kredivo ikut melengkapi kenyamanan pelanggan. Dengan cakupan yang beragam, bisnis dapat melayani berbagai preferensi bayar pelanggan tanpa kehilangan potensi penjualan di kanal sendiri atau marketplace.

5. Pastikan Struktur Biaya Tidak Menghukum Eksperimen

Strategi multichannel membutuhkan ruang untuk bereksperimen antar kanal, agar bisa menemukan formula terbaik tanpa risiko besar. Struktur biaya pembayaran harus mendukung hal ini dengan membebaskan biaya setup dan biaya bulanan. Anda idealnya hanya membayar saat transaksi berhasil berlangsung, sehingga biaya lebih efisien dan tidak menghambat pencobaan berbagai saluran.

Pilihan integrasi yang beragam mulai dari API, plugin, hingga metode tanpa integrasi memungkinkan bisnis menjalankan beberapa kanal bersamaan sesuai kebutuhan. Kombinasi fitur seperti DOKU Checkout, DOKU Direct API, Payment Link, dan Digital Catalog mempermudah pengelolaan sekaligus memberikan fleksibilitas besar untuk bisnis Anda bereksplorasi.

Baca Juga: Himelda Renuat Resmi Jabat CEO, DOKU Rebranding Menjadi 'DOKU by Antom'

Baca Juga: Jangan Asal Pindah, Ini 3 Faktor Penting dalam Memilih Payment Gateway

Strategi multichannel efektif jika setiap kanal diberi peran berbeda lalu diukur dengan tolok ukur yang sesuai. Marketplace berfungsi untuk menjaring pelanggan baru, sedangkan kanal sendiri menjaga margin dan membangun relasi lewat kepemilikan data pelanggan. Infrastruktur pembayaran yang sama di semua kanal memastikan kenyamanan konsumen seragam, dan tanpa biaya beban yang berat, bisnis pun dapat terus bereksperimen tanpa khawatir.

Wujudkan Strategi Multichannel bersama DOKU

Segera terapkan strategi multichannel dengan dukungan pembayaran yang andal agar bisnis Anda tidak lagi tergantung pada marketplace. Mulailah optimalkan kanal mandiri dan maksimalkan potensi masing-masing saluran penjualan supaya bisnis tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan DOKU, bisnis Anda dapat mewujudkan strategi multichannel yang efektif dan mandiri.

DOKU adalah perusahaan fintech pembayaran yang menyediakan berbagai solusi terima pembayaran digitabagi bisnis Anda. Selain Payment Gateway yang menerima lebih dari 45 metode pembayaran, DOKU juga menawarkan Payment Link lengkap dengan berbagai pilihan integrasi. Solusi DOKU juga mencakup Wallet as a Service, Embedded Wallet, dan Payouts untuk kebutuhan disbursement maupun remitansi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra