Kredit Foto: BPMI
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk meminta evaluasi terhadap kepemimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk mempertimbangkan pencopotan Bahlil Lahadalia dari jabatan Menteri ESDM.
Ketua YLKI, Niti Emiliana, menyampaikan bahwa surat tersebut dikirim pada 16 Oktober 2026. Permintaan itu dilatarbelakangi persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah serta gangguan pasokan listrik atau blackout yang terjadi di Batam.
Menurut YLKI, berbagai persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius terhadap tata kelola energi nasional. Pemerintah dinilai perlu memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta keandalan layanan energi bagi masyarakat.
Baca Juga: Kasus Kematian Bocah Down Syndrome di Surabaya, Ini Langkah Pemkot untuk Keluarga Kedua Belah Pihak
YLKI menegaskan, masalah energi tidak semata-mata berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut perlindungan hak konsumen. Masyarakat berhak memperoleh layanan energi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan.
Organisasi perlindungan konsumen itu juga menyoroti pentingnya penanganan gangguan layanan serta pemenuhan hak konsumen atas kompensasi atau ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui surat tersebut, YLKI meminta Presiden Prabowo mengevaluasi kinerja Kementerian ESDM, termasuk kepemimpinan Bahlil. Namun, permintaan pencopotan itu merupakan desakan YLKI dan belum berarti adanya keputusan resmi pemerintah untuk mengganti Menteri ESDM.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti