- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Sempat Jatuh di Bawah 5.000, Airlangga Hartarto: Biasa, Naik Turun
Kredit Foto: Istihanah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat bergerak di bawah level 5.000 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Ia menilai pergerakan indeks saham merupakan hal yang biasa terjadi ketika pasar menghadapi sentimen negatif.
“Ya biasa kalau ada sentimen negatif kan biasa turun. Tetapi dengan ada regulasi baru auto rejection 7% kan relatif terjaga dan penutupan tadi 5.000 lebih sedikit,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG bergantung pada isu dan sentimen yang berkembang di pasar.
“Ya, enggak... itu namanya ya naik turun. Tergantung pada isu sentimen,” katanya.
Airlangga menyampaikan pandangannya di tengah tekanan terhadap pasar modal Indonesia, menyusul kekhawatiran investor atas kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Baca Juga: Airlangga Luncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah Demi Kejar Inklusi Keuangan 98% pada 2045
Airlangga Tanggapi Isu Standalone Market
Terkait kemungkinan pasar modal Indonesia turun ke kategori standalone market, Airlangga menyebut keputusan tersebut masih memiliki tenggat waktu hingga Juni tahun depan.
“Kan masih bulan Juni tahun depan. Biasa dia ngancam-ngancam dikit kan,” ujarnya.
MSCI sebelumnya membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Isu tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia.
Airlangga juga menanggapi kemungkinan adanya pembicaraan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI pada hari yang sama. Ia mempersilakan komunikasi tersebut berlangsung, mengingat MSCI merupakan mitra Bursa.
“Iya, silakan aja, karena itu kan memang MSCI mitranya kan dengan Bursa,” katanya.
Di tengah perkembangan tersebut, pelaku pasar masih mencermati langkah otoritas dalam menjaga kepercayaan investor dan memperkuat transparansi pasar modal Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah