Kredit Foto: Andi Hidayat
Sekretaris Jenderal Ormas Penyelamat Ormas dan Relawan Jokowi (PROJO), Freddy Alex Damanik, memperingatkan bahwa wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi memicu gejolak politik nasional serta mengguncang keseimbangan koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Freddy mempertanyakan kesiapan elite politik dalam menghadapi konsekuensi jika proses pemakzulan tersebut benar-benar bergulir.
“Pertanyaan yang paling mendasar hari ini adalah, siapa yang mau menggantikan Gibran? Kalau dia dimakzulkan, itu ribut besar lagi,” ujar Freddy.
Menurut Freddy, isu pemakzulan Gibran tidak boleh dipandang secara dangkal sekadar pergantian figur semata. Perubahan pada posisi Wakil Presiden diyakini bakal memengaruhi konfigurasi koalisi, relasi kekuatan antarpartai pendukung, hingga stabilitas jalannya roda pemerintahan.
Ia menilai wacana tersebut berpotensi membuka kembali perdebatan rumit mengenai representasi politik dan pembagian peran di antara partai-partai pendukung pemerintah.
Freddy meragukan adanya figur alternatif yang bisa diterima semua pihak tanpa memicu gesekan baru di tingkat elite.
Lebih lanjut, Freddy mengaitkan polemik ini dengan langkah politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mendukung duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 lalu.
Ia mengutip penjelasan Jokowi terdahulu bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga keutuhan koalisi agar tidak terpecah dan memastikan keberlanjutan agenda pembangunan nasional.
Mengingat pergeseran peta dukungan politik kerap menimbulkan ketegangan antarpartai, Freddy mengingatkan bahwa dinamika serupa bukan tidak mungkin terulang menjelang kontestasi Pilpres 2029 mendatang.
“Bukan tidak mungkin skenario itu bisa terulang di 2029,” jelasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: