Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soal APBD: Meski Dana Bagi Hasil Tertunda, Kita Tetap Ngebut Membangun
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur di seluruh wilayahnya menjelang penutupan tahun anggaran 2026.
Dedi mengatakan pihaknya siap memastikan seluruh proyek strategis daerah tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan meski skema penerimaan daerahnya dihadapkan pada penundaan pencairan dari Dana Bagi Hasil (DBH).
Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Anak Jokowi Terasingkan di Istana: Di Rapat Kabinet, Dia Tak Diikut Sertakan
Politikus itu mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir soal stabilitas kas daerah akibat tertundanya dana transfer tersebut. Ia menegaskan bahwa manajemen keuangan daerah telah dirancang secara cermat sehingga penundaan tersebut tidak mematikan ritme pekerjaan fisik di lapangan.
"Kita sedang ngebut agar dalam dua setengah bulan kedepan semua pekerjaan dapat selesai dan tercapai target hingga 100 persen. Uangnya cukup tidak? Insyaallah kita kelola keuangan dengan baik. Meski dana bagi hasil tertunda, kita tetap ngebut membangun," tegas Dedi Mulyadi, dilansir Senin (19/10/2026).
Dampak dari masifnya pengerjaan infrastruktur ini memang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pengguna jalan. Pengerjaan fisik berupa pelapisan ulang jalan dengan metode hotmix hingga pengecoran beton tengah berlangsung secara serentak di berbagai koridor utama wilayah dari Jawa Barat. Aktivitas konstruksi yang sengaja dikejar menjelang akhir tahun ini tak pelak memicu simpul-simpul kemacetan lalu lintas, khususnya pada momen akhir pekan.
Dedi Mulyadi juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait hal itu. Ia menekankan bahwa gangguan arus lalu lintas yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi sementara demi hadirnya kualitas jalan yang jauh lebih mulus dan tahan lama di masa depan.
Ia juga memaparkan bahwa keberhasilan menjaga ritme pembangunan di tengah tekanan fiskal tidak terlepas dari sinergi antarlembaga. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tinggi kepada anggota dewan yang senantiasa mengawal alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026.
Adapun Dedi juga menyoroti peran krusial pemerintah pusat yang secara berkesinambungan memberikan petunjuk teknis dan supervisi tata kelola keuangan daerah. Tak lupa, apresiasi tertinggi ditujukan kepada seluruh warganya yang disiplin memenuhi kewajiban perpajakan mereka.
Baca Juga: Strategi Dua Kaki Jokowi: Secara Publik Masih Dukung Prabowo, Namun Diam-Diam Susun 'Plan B'
"Tentunya terima kasih kepada masyarakat Jawa Barat yang membayar pajak tepat waktu. Tanpa pembayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov Jawa Barat tentu tidak bisa berdaya," pungkas Dedi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar