Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saiful Mujani Prediksi Pilpres 2029 Bisa Hanya Diikuti 2 Pasangan, Ini Skenarionya

Saiful Mujani Prediksi Pilpres 2029 Bisa Hanya Diikuti 2 Pasangan, Ini Skenarionya Kredit Foto: Antara/Antara Foto/Maulana Surya
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, memprediksi peta politik Pilpres 2029 jika usulan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden wajib diusung oleh minimal dua partai politik yang memiliki kursi di DPR disahkan dalam Undang-Undang Pemilu.

Menurutnya, jika aturan tersebut berlaku, jumlah pasangan capres-cawapres yang berpotensi bertarung pada Pilpres 2029 maksimal hanya empat pasangan.

"kalau benar dpr sahkan uu pemilu bahwa presiden harus dicalonkan minimal oleh 2 partai fraksi di dpr yang sekarang, maka pasangan capres maksimsl 4," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (19/10).

Saiful kemudian memaparkan sejumlah skenario koalisi yang mungkin terjadi. Menurut dia, apabila Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN mengusung Prabowo Subianto, maka jumlah pasangan calon yang muncul berpotensi hanya tiga.

"Kalau benar gerindra, golkar, pkb.  pan nyalonin prabowo, maka pasangan msksimal hanya akan 3. pdip mungkin terpaksa  koalisi dengan nasdem karena dengan demokrat dan pks hampir tidak mungkin. lalu demokrat koalisi dengan pks. ini bisa 3 calon," ujarnya.

Ia juga memprediksi kemungkinan lain apabila PDIP tidak bersedia berkoalisi dengan NasDem.

"Tapi kalau pdip tidak mau dengan nasdem, mungkin bergabung dengan gerindra dan wakil dari pdip. apakah nasdem akan gabung demokrat dan pks mungkin asal peluang menang cukup terbuka," lanjutnya.

Baca Juga: Antrean BBM Berbulan-bulan, Prabowo Terus Puji Bahlil

Menurut Saiful, apabila skenario tersebut terjadi, maka Pilpres 2029 kemungkinan hanya akan diikuti dua pasangan calon.

"Kalau ini yang terjadi maka calon pasangan hanya 2. prabowo -puan/pram vs ahy-anies/tokoh indrpenden, atau anies-ahy. mungkin," tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya