Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polisi Tembak Polisi, Tanggapan Listyo Sigit Prabowo: Aku Udah Bukan Polisi!

Polisi Tembak Polisi, Tanggapan Listyo Sigit Prabowo: Aku Udah Bukan Polisi! Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Insiden penembakan sesama anggota kepolisian kembali menyita perhatian publik. Seorang anggota Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, tewas usai diserang oleh juniornya sendiri, Bharada Andika Rahmadani, di Markas Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).

Kejadian berdarah tersebut dipicu oleh aksi pelaku yang nekat mengambil senjata api laras panjang dari gudang sebelum menyerang korban.

Saat dimintai konfirmasi mengenai peristiwa tersebut usai keluar dari Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin (19/10/2026), Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo enggan memberikan tanggapan substantif.

Mantan Kapolri tersebut hanya menegaskan bahwa posisinya saat ini sudah tidak lagi berada di institusi kepolisian.

"Aku udah bukan polisi," ujar Listyo singkat sembari naik ke mobil golf menuju Kantor KSP.

Saat ditanya lebih jauh mengenai status purnatugasnya, ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan tanpa memberikan jawaban tertulis.

Kronologi Penyerangan di Mes Polairud

Berdasarkan keterangan kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, peristiwa penganiayaan dan penembakan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika Bharatu Valdo sedang tertidur di dalam mes.

Selain diterjang timah panas dari senjata laras panjang, korban juga dilaporkan mendapat serangan menggunakan sangkur. Pelaku diketahui baru delapan bulan bergabung dalam kesatuan yang sama di kawasan Lapangan Terbang Pondok Cabe.

"Sekitar 30 menit setelah kejadian, korban dievakuasi menuju rumah sakit. Korban masih bergerak saat dibawa, namun mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan," jelas Petrus.

Komisi III DPR Desak Pengetatan Senjata Api dan Tes Psikologi

Merespons tragedi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengecam keras aksi kekerasan antaranggota Polri dan mendesak pimpinan kepolisian segera mengevaluasi prosedur kepemilikan senjata api.

Sahroni meminta agar setiap personel yang memegang akses maupun wewenang senjata api wajib menjalani evaluasi berkala dan pemeriksaan psikologis secara ketat.

"Masalah senpi ini wajib dievaluasi dan uji psikologis buat para anggota yang memiliki senjata. Tentu harus diperketat," tegas Sahroni.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat