Kredit Foto: Andi Hidayat
Pasar modal diguncang keputusan mengejutkan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah lembaga tersebut menempatkan bursa ke dalam kategori standalone market memicu kepanikan masif di kalangan investor, hingga membuat terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Respon keras pun berdatangan dari parlemen, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketua Badan Anggaran DPR RI PDIP, Said Abdullah menyampaikan keprihatinan mendalam atas guncangan hebat yang melanda perdagangan bursa domestik.
Baca Juga: Bukan Lagi Urusan Pribadi, Sikap Jokowi ke Prabowo Berubah Setelah Ada 'Penyerangan' ke Gibran
Ia menilai bahwa pengumuman yang dikeluarkan tersebut datang tanpa antisipasi yang memadai dan langsung meruntuhkan optimisme pasar yang sedang dibangun oleh otoritas keuangan nasional. Dampak instan yang ditimbulkan dinilai terlalu drastis jika dibandingkan dengan upaya perbaikan teknis yang sedang berjalan.
"Pengumuman terhadap bursa laksana petir pada siang bolong," tegas Said Abdullah dikutip, Senin (19/10/2026).
Pihaknya mempertanyakan proporsionalitas dari tindakan yang diambil oleh lembaga pemeringkat asing tersebut. Maksud awal dari pemeringkatan yang seharusnya menjadi evaluasi objektif untuk membenahi tata kelola pasar modal, justru berubah menjadi guncangan sistemik yang merugikan para pemegang saham domestik serta iklim investasi nasional secara keseluruhan.
Sikap terkejut yang dirasakan publik dan otoritas pasar modal dinilai sangat beralasan. Pasalnya, tiga institusi utama pasar keuangan (Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia) telah menyerahkan laporan berkala mengenai kemajuan reformasi bursa kepada DPR. Langkah-langkah strategis seperti penaikan porsi kepemilikan saham publik (free float) dan pengawasan transaksi sebetulnya sedang diakselerasi.
Karenanya Said menegaskan bahwa bursa saham tidak boleh tinggal diam menghadapi tekanan luar yang tidak seimbang.
Baca Juga: Mulai Lupakan Prabowo, Pengamat Sebut Jokowi Menolak Diam dan Bangun Arena Politik Baru dengan PSI
Evaluasi atas kelemahan internal memang wajib dilanjutkan oleh OJK dan BEI. Namun Said menyebut respons kritis terhadap metodologi dan momen pengumuman juga harus disuarakan secara terbuka demi melindungi kepentingan industri keuangan nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar