Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

David Beckham Masuk Kandidat Presiden FIFA, Popularitas Jadi Kunci Saingi Gianni Infantino

David Beckham Masuk Kandidat Presiden FIFA, Popularitas Jadi Kunci Saingi Gianni Infantino Kredit Foto: Instagram
Warta Ekonomi, Jakarta -

Legenda sepak bola Inggris David Beckham disebut-sebut berpotensi menjadi penantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada 2027.

Nama mantan kapten Timnas Inggris itu muncul di tengah pembicaraan mengenai sejumlah figur yang dinilai dapat menjadi alternatif kepemimpinan federasi sepak bola dunia.

Menurut laporan Sky Sports, Beckham memiliki sejumlah modal yang membuatnya diperhitungkan dalam bursa calon Presiden FIFA.

Selain dikenal luas sebagai mantan pemain Manchester United dan Real Madrid, pria berusia 51 tahun tersebut juga memiliki jaringan dan pengaruh dalam industri sepak bola internasional.

"Eropa masih jadi benua kuat [dalam bursa pencalonan presiden FIFA]. Aleksander Ceferin [Presiden UEFA] sudah keluar dari pencalonan, begitu juga dengan Arsene [Wenger]. Jika butuh kriteria yang kuat, ada satu nama yang belum disebut: David Beckham," tulis Sky Sports.

Beckham bukan satu-satunya nama yang muncul sebagai calon penantang Infantino. Sebelumnya, pengusaha asal Amerika Serikat Michele Kang dan Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness juga masuk dalam pembicaraan mengenai figur alternatif untuk memimpin FIFA.

Baca Juga: Jadi Saksi Gelar Juara Timnas Indonesia di Ajang FIFA ASEAN Cup, Presiden FIFA Sanjung Kualitas Sepak Bola Asia Tenggara

Salah satu faktor yang membuat Beckham diperhitungkan adalah popularitas dan keterlibatannya dalam pengelolaan klub sepak bola.

Saat ini, ia merupakan salah satu pemilik Inter Miami, klub Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat.

Keterlibatan tersebut membuat Beckham tetap memiliki pengaruh di dunia sepak bola meski telah lama pensiun sebagai pemain profesional.

Di kawasan Asia, Beckham juga mempunyai hubungan dengan industri sepak bola China. Ia beberapa kali mengunjungi negara tersebut dan pernah menjalankan peran sebagai duta untuk pengembangan sepak bola usia muda serta liga profesional.

Jaringan internasional itu dinilai dapat menjadi salah satu modal apabila Beckham benar-benar memutuskan maju dalam pemilihan Presiden FIFA.

Namun, hingga kini kemunculan namanya masih sebatas pembicaraan mengenai kandidat potensial, bukan pengumuman pencalonan resmi.

Jika maju, Beckham diperkirakan akan menghadapi persaingan politik yang tidak mudah. Gianni Infantino merupakan petahana yang telah memimpin FIFA sejak 2016.

Beckham sendiri pernah melontarkan kritik keras terhadap FIFA. Mantan pemain Real Madrid itu menyebut skandal yang pernah mengguncang organisasi sepak bola dunia sebagai sesuatu yang "menjijikkan".

Sky Sports juga menyoroti kekuatan finansial Beckham yang dianggap dapat mendukung kampanye apabila ia memilih bersaing memperebutkan kursi Presiden FIFA.

"Tapi sebagai miliarder, Beckham tidak akan dicurigai memperkaya diri dan merugikan FIFA. Serta yang lebih penting, Beckham bisa membiayai kampanye melawan Infantino," tulis Sky Sports.

Pemilihan Presiden FIFA disebut akan berlangsung dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, pada Maret 2027.

Persaingan menuju pemilihan tersebut diperkirakan turut diwarnai dinamika hubungan antara UEFA dan kepemimpinan FIFA di bawah Infantino.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti