Saidiman Ahmad Heran dengan Alasan Dudung soal Karhutla: Gengsi Lebih Penting dari Keselamatan Warga?
Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Peneliti politik dan kebijakan publik, Saidiman Ahmad, mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, yang menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional karena Indonesia masih mampu menanganinya sendiri.
Dalam pernyataannya, Dudung juga menyinggung bahwa penetapan status bencana nasional berpotensi membuka peluang masuknya bantuan dari luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Saidiman menilai pemerintah seharusnya lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap dibanding mempertimbangkan faktor gengsi.
"Lha emang kenapa kalau ada bantuan dari luar negeri? Gengsi? Lebih baik warga menghirup asap daripada ada bantuan dari luar? Kok gitu cara berpikir pejabat? Yang diutamakan bukan keselamatan warga, tapi gengsi," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (20/10).
Sebelumnya, Dudung menegaskan pemerintah masih sanggup menangani karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah belum menetapkan peristiwa tersebut sebagai bencana nasional.
Baca Juga: Pengamat: Pejabat Sebaiknya Jangan Bicara Lagi soal Karhutla, IHSG, dan Rupiah
“Masalah penetapan bencana nasional, sementara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup,” kata Dudung, usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada Senin (19/10/2026).
“Artinya kalau ditetapkan bencana nasional, maka akan ada bantuan-bantuan dari asing,” ujar dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: