Kredit Foto: Merlina Aryanti
Presiden Prabowo Subianto meminta reformasi pasar modal Indonesia terus dilanjutkan dan aturan yang berlaku ditegakkan. Arahan tersebut disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah Presiden menerima laporan mengenai perkembangan reformasi di sektor pasar modal.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pemerintah mendukung langkah perbaikan yang tengah dijalankan. OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) pun akan terus berkoordinasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membahas reformasi pasar modal Indonesia.
"Kemarin saya sampaikan juga, abis kita juga sampaikan laporan kepada bapak Presiden, bapak Presiden menyampaikan teruskan reformasi yang sangat baik, kemudian tegakkan ketentuannya," ujar Friderica di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Dukungan Presiden tersebut disampaikan ketika pasar modal Indonesia tengah menjadi sorotan menyusul wacana peninjauan status oleh MSCI, lembaga penyedia indeks global yang menjadi salah satu acuan investor dalam mengambil keputusan investasi.
Dalam situasi tersebut, OJK menegaskan akan tetap berfokus pada pembenahan pasar saham dan upaya menjaga kepercayaan investor. Friderica menyatakan pihaknya akan terus bekerja, alih-alih larut dalam berbagai komentar mengenai kondisi pasar modal nasional.
"Kita kerja aja, silahkan orang lain mengomentari, silahkan orang berpikir sendiri, tapi kita kerja aja," katanya.
Sorotan terhadap pasar modal Indonesia juga muncul setelah mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melontarkan dugaan adanya tekanan dari Singapura melalui MSCI. Lutfi menilai terdapat kemungkinan kepentingan tertentu yang dapat memengaruhi penilaian terhadap pasar saham Indonesia.
Baca Juga: Bursa Makin Diawasi! OJK Percepat Pemeriksaan dan Sanksi Saham
Dia menduga tekanan tersebut bisa membuat harga saham domestik turun sehingga investor asing berpeluang membeli saham dengan harga lebih murah. Namun, dugaan tersebut merupakan pernyataan Lutfi dan belum disertai bukti independen dalam keterangan yang tersedia.
Lutfi turut mempertanyakan alasan lembaga investasi asal Singapura, Temasek dan GIC, yang menurutnya memiliki pengaruh terhadap MSCI. Ia juga mengklaim memperoleh informasi mengenai perwakilan GIC yang mendesak agar peringkat Indonesia diturunkan.
Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap proses penilaian pasar modal Indonesia. Meski demikian, tudingan mengenai keterlibatan pihak Singapura perlu dibedakan dari agenda reformasi yang disampaikan OJK dan dukungan Presiden terhadap penegakan aturan.
Bagi OJK, langkah yang ditempuh saat ini adalah melanjutkan koordinasi dengan MSCI dan BEI serta memperkuat reformasi pasar modal. Pemerintah, melalui arahan Presiden yang disampaikan Friderica, meminta proses tersebut diteruskan dan ketentuan yang berlaku ditegakkan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama