Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MSCI Picu Kekhawatiran, CFA Society Indonesia Beberkan 5 PR Pasar Modal RI

MSCI Picu Kekhawatiran, CFA Society Indonesia Beberkan 5 PR Pasar Modal RI Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

CFA Society Indonesia menekankan lima prioritas penguatan pasar modal Indonesia setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan rencana reklasifikasi pasar. Organisasi profesi investasi tersebut menilai transparansi, integritas pembentukan harga, dan konsistensi penegakan hukum menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.

President CFA Society Indonesia Edwin Ridwan mengatakan pasar modal yang sehat tidak diukur dari kemampuannya menghindari volatilitas, melainkan dari keadilan pembentukan harga, keterbukaan informasi, dan konsistensi penerapan aturan.

“Pasar modal yang kuat bukanlah pasar di mana harga dilindungi dari volatilitas, melainkan pasar di mana investor dapat percaya bahwa harga dibentuk secara adil, informasi diungkapkan secara transparan, dan aturan diterapkan secara konsisten,” ujar Edwin dalam pernyataan resmi, Senin (19/10/2026).

Menurut Edwin, integritas pasar dan mekanisme pembentukan harga (price discovery) yang efektif merupakan fondasi bagi pasar modal yang berfungsi baik, kompetitif, dan berkelanjutan. Keduanya juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

CFA Society Indonesia menyatakan mendukung penegakan hukum oleh otoritas untuk memastikan akuntabilitas dan menciptakan efek jera terhadap pelanggaran di pasar modal. Organisasi tersebut juga mengapresiasi langkah dan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pemangku kepentingan lain dalam memperkuat tata kelola, transparansi, dan perlindungan investor.

CFA Society Indonesia mengidentifikasi lima prioritas untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Pertama, memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi agar investor memiliki akses terhadap informasi yang memadai dalam mengambil keputusan investasi.

Kedua, melindungi integritas pembentukan harga sehingga harga saham mencerminkan proses perdagangan yang adil dan kredibel.

Ketiga, mendorong terciptanya pasar yang adil melalui penerapan aturan yang konsisten dan penegakan hukum yang efektif.

Keempat, membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan melalui praktik pasar yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar melalui perubahan regulasi.

Kelima, meningkatkan transparansi tata kelola untuk memperkuat akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat di pasar modal.

Edwin menegaskan bahwa kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui regulasi semata. Kepercayaan tersebut harus diperoleh melalui transparansi, integritas, dan tindakan yang konsisten.

CFA Society Indonesia menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi jangka panjang dan peluang untuk mengembangkan pasar modal yang lebih dalam, inklusif, tangguh, serta berdaya saing internasional.

Namun, pencapaian tersebut membutuhkan komitmen bersama dari regulator, bursa, perusahaan tercatat, perantara perdagangan, profesional investasi, dan investor.

Menurut Edwin, kredibilitas dan daya saing jangka panjang pasar modal Indonesia tidak hanya ditentukan oleh klasifikasi indeks, volume perdagangan, atau kinerja pasar dalam jangka pendek. Faktor mendasarnya adalah tingkat efisiensi dan integritas pasar itu sendiri.

Baca Juga: Heboh Isu Intervensi Asing ke MSCI, BEI Beri Jawaban Ini

Baca Juga: OJK Ingatkan Bahaya Jual Saham karena Takut Usai Pengumuman MSCI

Baca Juga: MSCI Bukan Sekadar Status Pasar, tapi Penentu Kepercayaan Investor ke Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengumuman MSCI mengenai rencana reklasifikasi pasar Indonesia. Dalam konteks ini, CFA Society Indonesia menekankan pentingnya keberlanjutan reformasi untuk memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar modal.

Berpedoman pada Code of Ethics and Standards of Professional Conduct dari CFA Institute, CFA Society Indonesia menyatakan siap berkontribusi melalui edukasi profesional, kepemimpinan pemikiran (thought leadership), dan kolaborasi dengan regulator serta pelaku industri.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pasar modal Indonesia yang lebih dalam, inklusif, tangguh, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri