Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pakar telematika Roy Suryo mengkritik penjelasan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) mengenai polemik akun Instagram Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut mengikuti akun judi online (judol). Roy menilai penjelasan bahwa akun tersebut telah berhenti mengikuti akun terkait tidak cukup untuk menjawab persoalan yang disorotnya.
"Persis kayak Gibran. Gibran tuh juga sama, ketahuan buka situs judol, judi online. Kemudian alasan dari Setwapres, penjelasan dari Setwapres mengatakan sudah kami unfollow. Enak saja sudah," ucap Roy saat ditemui di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Roy menyoroti dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan yang sama, dia mengkritik sejumlah persoalan yang dinilainya masih membutuhkan perhatian pemerintah, termasuk korupsi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Roy juga menyinggung soal dugaan seorang menteri yang disebutnya pernah menerima amplop dari kepala daerah yang terjerat kasus dugaan korupsi. Menurut Roy, amplop itu kemudian dikembalikan setelah diketahui.
"Ada katanya ada menterinya sudah terima amplop katanya. Itu menteri di mana? Sudah terima amplop, tapi ketahuan terus dikembalikan," katanya.
Roy tidak menyebut identitas menteri maupun kepala daerah yang dimaksud dalam keterangannya. Karena itu, pernyataan tersebut merupakan tudingan Roy yang belum disertai rincian lebih lanjut dalam materi yang disampaikan.
Dalam kritiknya terhadap korupsi, Roy turut melontarkan permainan kata dengan istilah "koru-psi". Dia menggunakan sindiran tersebut untuk menyoroti dugaan penerimaan amplop yang dibicarakannya.
Sorotan Roy terhadap Gibran juga muncul dalam pernyataannya mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo. Dia menyebut enggan menyebut pemerintahan itu sebagai Prabowo-Gibran karena menurutnya tidak lama lagi akan ada pihak yang dimakzulkan.
"Ini tepat 20 Oktober 2026 adalah 2 tahun resmi pemerintahan Pak Prabowo saya enggak sebut belakangnya ya, Prabowo siapa enggak usahlah. Bentar lagi itu dimakzulkan," ujar Roy.
Selain itu, Roy menilai pemerintah berpotensi kehilangan fokus pada persoalan yang ada karena perhatian akan beralih ke agenda politik menjelang Pemilu 2029. Dia menilai masalah karhutla dan korupsi masih perlu diselesaikan meski pemerintahan telah berjalan selama dua tahun.
Baca Juga: Faldo Nilai Jokowi Tak Sembarangan Bicara soal Ijazah Gibran, Singgung Isu yang Baru Diangkat
"Dua tahun sudah waktu yang panjang karena sebentar lagi pasti pemerintah tidak akan fokus lagi karena fokusnya ke 2029, padahal masalah masih banyak. Ada masalah karhutla, ada masalah korupsi," katanya.
Pernyataan Roy mengenai akun judi online Gibran menjadi salah satu bagian dari kritiknya terhadap pemerintahan setelah dua tahun berjalan. Adapun klaim mengenai akun tersebut dan penilaiannya terhadap respons Setwapres perlu dipahami sebagai pernyataan Roy, bukan kesimpulan independen mengenai keterlibatan Gibran dalam aktivitas judi online.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: