Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bisa Berakhir Macam Prancis, Prabowo Didesak Segera Bereskan Polemik Ijazah Gibran

Bisa Berakhir Macam Prancis, Prabowo Didesak Segera Bereskan Polemik Ijazah Gibran Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bayang-bayang instabilitas sosial tingkat tinggi kini tengah mengintai perjalanan dari Kabinet Merah Putih. Polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan ijazahnya dinilai telah menciptakan polarisasi yang sangat tajam di akar rumput hingga mengancam stabilitas nasional jika tak segera ditangani oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mendesak pemerintah untuk segera turun tangan secara langsung dan tidak membiarkan persoalan administratif sang wakil menjadi bola salju yang melibas stabilitas keamanan nasional.

Baca Juga: Tercium Motif Terselubung, Ada Nafsu Kelompok Ingin Cepat Berkuasa di Balik Polemik Ijazah Gibran

Menurutnya, jika pemerintah pusat tidak segera mengambil langkah mitigasi yang konkret, negara diprediksi akan terperosok ke dalam jurang konflik horizontal yang destruktif, menyerupai kerusuhan sipil masif yang kerap melanda negara-negara di Eropa.

"Kalau persoalan tersebut terus dibiarkan, maka sangat berpotensi akan terjadi konflik horizontal antar mereka yang pro dan kontra terhadap kasus ijazahnya Gibran. Akibatnya sangat berbahaya terhadap keberlangsungan dari Prabowo Subianto," kata Fernando dikutip Rabu (21/10/2026).

Fernando menggarisbawahi bahwa kondisi sosiologis masyarakat saat ini sedang berada dalam titik didih yang sangat rawan akibat himpitan krisis moneter. Indikator perekonomian nasional menunjukkan sinyal darurat yang nyata. Pasar modal domestik tengah mengalami pendarahan hebat dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Di sektor moneter, nilai tukar mata uang juga terus terkapar tanpa daya, di mana kurs rupiah terhadap dolar telah menembus angka Rp 18.000.

Meskipun Presiden Prabowo sebelumnya sempat meredam kepanikan dengan menyatakan bahwa masyarakat desa tidak bermain saham dan tidak bertransaksi menggunakan dolar, dampak inflasi dari pelemahan kurs tersebut secara nyata mulai mencekik daya beli kelompok menengah ke bawah.

Kombinasi mematikan antara tekanan ekonomi yang mencekik dan polarisasi politik akibat isu ijazah inilah yang ditakutkan akan memicu ledakan sosial (social unrest).

"Saya sangat berharap gejolak seperti yang terjadi di Prancis, Spanyol, Italia dan beberapa negara lainnya tidak akan terjadi Indonesia walaupun beberapa pemicunya sudah mulai dirasakan," ujar Fernando.

Baca Juga: PDIP Bongkar Lima Kegagalan Fatal Prabowo-Gibran Selama 2 Tahun Menjabat

Bercermin pada kerusuhan sipil di Prancis, Fernando menuntut adanya ketegasan dari Presiden Prabowo. Kepala Negara diminta tidak sekadar mengandalkan retorika penenang, melainkan harus segera menuntaskan akar polemik ijazah ini secara hukum dan politik agar pemicu konflik dapat dipadamkan sebelum Indonesia benar-benar meledak dalam kekacauan sosial.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar