Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menilai pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih kuat meski telah meninggalkan kursi kepresidenan. Ia bahkan mengaitkan peran Jokowi dengan kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, setelah sebelumnya Prabowo beberapa kali kalah dalam kontestasi politik.
Pernyataan itu disampaikan Mardiansyah saat merespons pandangan Pengamat Politik Ray Rangkuti terkait kecurigaan Jokowi yang menduga adanya operasi politik besar di balik berbagai persoalan yang terus menerpa dirinya dan keluarga.
Mardiansyah menilai, berbagai persoalan tersebut tidak lantas membuat pengaruh Jokowi menghilang. Menurutnya, kekuatan politik Jokowi masih terlihat dari masyarakat yang tetap mendatangi kediamannya untuk bertemu secara langsung.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo, Politisi PDIP Sebut Jokowi dan Gibran Jadi Beban
"Pak Jokowi itu merupakan kekuatan yang juga tidak hanya mengkhawatirkan tuh, tapi mengerikan," ungkap Mardiansyah, dikutip Rabu (21/10/2026).
Ia mencontohkan, kediaman Jokowi masih didatangi ratusan orang yang ingin bertemu, bersalaman, hingga berfoto bersama mantan presiden tersebut.
Bagi Mardiansyah, situasi tersebut menjadi gambaran bahwa pengaruh Jokowi tidak otomatis hilang setelah masa jabatannya berakhir. Ia menegaskan, kekuatan politik mantan presiden itu masih bertahan.
"Kekuatannya ketika dia lengser sebagai presiden nggak punah tuh, nggak bergeser. Tetap sama seperti kita melihat begini. Ini supaya dasarnya dulu ya," katanya.
Mardiansyah kemudian menyinggung perjalanan politik Prabowo yang beberapa kali mengalami kekalahan sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024. Ia menilai hubungan politik dengan Jokowi menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan tersebut.
Baca Juga: Reshuffle Lagi? 3 Menteri Disebut Layak Disingkirkan
"Pertama ketika kita melihat Pak Prabowo bertarung berkali-kali kalah, tapi berteman dengan Pak Jokowi menang," sebut Mardiansyah.
"Berarti secara otomatis bisa kita nilai dukungan Pak Jokowi sangat signifikan untuk membuat kemenangan Pak Prabowo dalam Pilpres 2024," sambungnya.
Menurut Mardiansyah, pengaruh Jokowi yang masih bertahan dapat menjadi faktor yang diperhitungkan oleh para pesaing politiknya. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi pihak-pihak yang tidak ingin Jokowi terus memiliki pengaruh dalam kontestasi politik.
"Dalam konteks politik ya, ya ini menakutkan buat lawan-lawan politik yang tidak suka Pak Jokowi menang terus," imbuhnya.
Ia menduga, pihak-pihak yang berseberangan dengan Jokowi maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki ruang untuk melakukan berbagai upaya politik demi memenangkan pertarungan.
"Yang tidak suka Pak Jokowi atau Gibran itu punya keleluasaan dalam politik kekuasaan untuk memenangkan pertarungan," ucap dia.
Mardiansyah menyebut salah satu upaya yang diduga dilakukan untuk melemahkan pengaruh tersebut adalah menurunkan citra politik Jokowi dan Gibran.
"Bagaimana caranya? Lawan sejak awal lakukan downgrade," ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: