Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Isu Deal Politik, Prabowo Tak Tepati Kesepakatan Rahasia dengan Jokowi

Isu Deal Politik, Prabowo Tak Tepati Kesepakatan Rahasia dengan Jokowi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, kembali menyinggung isu adanya kesepakatan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjelang Pilpres 2024.

Isu tersebut menyebutkan bahwa Prabowo hanya akan menjabat sebagai presiden selama dua tahun, sebelum kemudian posisinya dilanjutkan oleh putra sulung Jokowi yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Lukas, jika kesepakatan politik tersebut benar adanya, maka Prabowo tidak menepatinya karena hingga kini, setelah dua tahun pemerintahan berjalan, ia masih tetap menjabat sebagai presiden.

Selain itu, sejumlah partai politik anggota koalisi pemerintahan juga telah mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029.

"Konon urban legend bahwa ada deal antara Prabowo dan Jokowi nanti Prabowo hanya 2 tahun which is Oktober ini itu ditaati oleh Prabowo, kan enggak, ternyata kan Prabowo malah sudah berencana tahun 2029 bahkan sudah menggalang kan," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (21/10).

"Itu kan deal orang yang lagi ada maunya waktu itu ya ini aku pengen jadi presiden enggak apa-apa lah, oke," lanjutnya.

Lukas kemudian mengungkit Perjanjian Batu Tulis antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang ditandatangani pada 16 Mei 2009.

Dalam kesepakatan politik tersebut, Megawati disebut akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Namun, pada akhirnya PDIP justru mengusung Jokowi yang kemudian berhasil memenangkan pemilihan dan mengalahkan Prabowo.

"Kan banyak deal kayak gitu batu tulis antara Megawati dengan Prabowo juga deal politik itu seperti janji surga enggak pernah akan diwujudkan," tandasnya.

Sebagai informasi, isu mengenai adanya kesepakatan politik tersebut pertama kali diungkap ke publik oleh pengamat militer dan intelijen, Connie Rahakundini Bakrie.

Baca Juga: Dulu Sebut Anak Tak Tertarik Politik, Pernyataan Jokowi Ini Kembali Jadi Perbincangan

Connie mengaku memperoleh informasi itu dari mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani. Menurut Connie, Rosan pernah menyampaikan bahwa apabila Prabowo memenangkan Pilpres, ia hanya akan menjabat sebagai presiden selama dua tahun, sementara sisa masa jabatannya akan dilanjutkan oleh Gibran.

Namun, Rosan membantah keras klaim tersebut. Ia mengatakan justru Connie yang lebih dulu mengangkat spekulasi mengenai kemungkinan Prabowo tidak menyelesaikan masa jabatannya secara penuh, termasuk dengan menyinggung isu kesehatan Prabowo dalam pertemuan mereka.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya