103 Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Pastikan Biaya Berobat Ditanggung
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan seluruh biaya pengobatan 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Jawa Barat, yang diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), ditanggung pemerintah daerah. Para siswa tersebut mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pihaknya memprioritaskan penanganan kesehatan para siswa agar mereka segera pulih. Tenaga kesehatan juga melakukan observasi terhadap kondisi para korban setelah munculnya gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.
"Kami memastikan bahwa siswa-siswi mendapatkan penanganan medis yang terbaik, yang tercepat dan tentunya semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Rudy kepada wartawan.
Menurut Rudy, gejala awal yang dirasakan para siswa berupa mual dan pusing. Sejumlah siswa juga mendapatkan cairan infus untuk mencegah dehidrasi selama menjalani penanganan medis.
"Maka nanti bisa dilihat satu sampai dua jam ke depan siswa-siswi dapat dipulangkan dan beberapa siswa-siswi juga diinfus supaya tidak dehidrasi, cairan juga mencukupi untuk tubuhnya," ucapnya.
Rudy menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan para siswa dapat kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat. Karena itu, pemantauan medis dilakukan sebelum mereka diperbolehkan pulang.
"Kita ingin memastikan bahwa siswa-siswi pulang ke rumahnya masing-masing dalam kondisi sehat seperti siswa-siswi ini berangkat ke sekolah," tambahnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Bogor, Haidir, menyampaikan bahwa dugaan awal sementara mengarah pada susu yang dikonsumsi para siswa. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan sampel oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Baca Juga: Prabowo Disebut Tak Tinggal Diam soal Kritik MBG
"Dugaan awal sementara karena susu. Mereka mengalami gejala setelah minum susu itu," kata Haidir kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Sebagai tindak lanjut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan penyediaan menu tersebut dihentikan sementara selama 20 hari. Penghentian dilakukan untuk keperluan evaluasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Untuk 20 hari ke depan, sambil dievaluasi dan menunggu hasil dari Labkesda, nanti mulai per hari ini sampai 20 hari ke depan dapurnya tidak akan beroperasi, suspend kategori sedang dalam 20 hari," terangnya.
Insiden di SMP Negeri 2 Cisarua ini menjadi perhatian karena melibatkan 103 siswa yang membutuhkan penanganan medis. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian, sementara Pemkab Bogor menyatakan biaya pengobatan para siswa menjadi tanggungan pemerintah daerah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama