PHK di Jabar Masih Tinggi Meski Investasi Melonjak Tajam, Ini Pengakuan Dedi Mulyadi
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Perekonomian Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat ini tengah berada dalam sebuah paradoks yang cukup menantang. Di satu sisi, arus penanaman modal dan investasi dari dalam maupun luar negeri menunjukkan grafik lonjakan yang sangat positif. Namun di sisi lain, masih ada bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa iklim investasi yang ramah dan kondusif tidak akan tercipta tanpa adanya sinergi dari tingkat terbawah hingga jajaran elit pemerintahan.
Baca Juga: Loyalis Jokowi Ungkap 'Penumpang Gelap' di Isu Ijazah Gibran, Ternyata Lawan Politik di Pilpres 2024
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih pada seluruh warga, seluruh perangkat pemerintah, dari mulai perangkat pemerintahan desa, pemerintahan kecamatan, pemerintahan kabupaten/kota, perbupati, walikota, dan seluruh jajaran pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan Porkopinda (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat. Investasi di Jawa Barat terus melonjak,” ujar Dedi, dikutip Kamis (22/10/2026).
Lonjakan investasi ini digadang-gadang menjadi katalisator utama untuk menggerakkan roda ekonomi daerah yang sempat melambat. Mantan Bupati Purwakarta tersebut menaruh harapan besar agar masuknya triliunan rupiah dana segar ke sektor riil dapat berbanding lurus dengan terbukanya keran lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
Meski membawa kabar gembira terkait investasi, ia tidak menutup mata terhadap realitas pahit di lapangan. Sebagai wilayah dengan konsentrasi kawasan industri manufaktur terbesar, badai efisiensi perusahaan yang berujung pada pemutusan hubungan kerja massal masih terjadi.
Ia mengakui secara terbuka bahwa angka pemberhentian kerja di provinsinya masih berada pada level yang perlu diwaspadai.
“PHK relatif lumayan, tetapi semuanya juga tertutupi dengan ketersediaan lapangan kerja,” tegas Dedi.
Namun Dedi memastikan bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja yang terjadi akibat pergeseran operasional perusahaan atau tekanan ekonomi global perlahan mulai diimbangi (di-offset) oleh pembukaan pabrik-pabrik baru hasil dari investasi yang masuk.
Untuk memastikan bahwa investasi ini benar-benar menetes ke akar rumput, ia berkomitmen penuh untuk mengawal proses penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurutnya, tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan intervensi kebijakan agar perusahaan-perusahaan industri memprioritaskan penyerapan warga lokal secara transparan.
Baca Juga: Kubu Dokter Tifa Cium Skenario Jokowi Belokkan Perkara Ijazah: Kami Menolak Berakhir Seperti Gus Nur
Dengan demikian, lonjakan investasi tidak hanya menjadi angka statistik yang indah di atas kertas, melainkan benar-benar menjelma menjadi kesejahteraan nyata yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga di Jawa Barat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: