Dian Sandi PSI Ungkit Ucapan Lama Syahganda soal Prabowo: Dulu Bilang 'Maling Kundang'
Kredit Foto: Istihanah
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama mengungkit pernyataan lama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Syahganda Nainggolan mengenai Presiden Prabowo Subianto. Dian menyoroti ucapan Syahganda yang disebutnya pernah menyebut Prabowo dengan ungkapan “maling kundang”.
“Anda juga dulu bilang Pak Prabowo maling kundang!” tulis Dian melalui akun X miliknya pada Rabu (21/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan ketika Dian mengkritik pola komunikasi publik Syahganda yang dinilainya terus membentuk persepsi negatif terhadap pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia mempertanyakan narasi yang disampaikan Syahganda setelah kini menduduki jabatan resmi di pemerintahan Prabowo.
Dian juga mengingatkan agar Syahganda tidak membangun kesan bahwa dirinya paling nasionalis dengan menggambarkan pemerintahan sebelumnya secara buruk. Menurut dia, pendekatan komunikasi seperti itu dapat mempertentangkan nilai nasionalisme dengan rekam jejak pemerintahan terdahulu.
“Itu Kepala Bakom RI, butuh berapa acara TV lagi untuk menjatuhkan citra Pemerintahan sebelumnya?” tulis Dian dalam unggahannya.
Ia kemudian menegaskan kritiknya melalui sindiran yang ditujukan langsung kepada Syahganda.
“Jangan seolah anda saja yg paling Nasionalis dan rezim sebelumnya kotor berlumpur,” tegasnya.
Sorotan Dian terhadap pernyataan lama Syahganda juga beriringan dengan kontroversi lain yang melibatkan Kepala Bakom RI tersebut. Dalam wawancara di kanal YouTube Total Politik yang diunggah pada 23 September 2026, Syahganda mempertanyakan efektivitas Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.
Baca Juga: Dulu Megawati Tinggalkan Kesepakatan Demi Jokowi, Kini Prabowo Jadi Sorotan
Dalam kesempatan itu, Syahganda bahkan mengemukakan gagasan agar posisi Gibran ditukar dengan tiga kader PSI yang menurutnya lebih cakap. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ia turut menyampaikan pandangan terbuka mengenai susunan kepemimpinan nasional.
“Saya itu pengennya ditukar 3 orang Jokowi. Bayangan saya. Gibran ini gak efektif di situ. Bisa saja Gibran menukarkan diri dengan 3 orang PSI yang canggih-canggih,” ujar Syahganda dalam wawancara tersebut.
Bagi Dian, persoalan komunikasi Syahganda tidak hanya berkaitan dengan kritik terhadap pemerintahan sebelumnya, tetapi juga perlu dilihat bersama pernyataan-pernyataannya mengenai Prabowo pada masa lalu. Ia menggunakan ungkapan yang diungkitnya untuk mempertanyakan konsistensi sikap Syahganda setelah berada di lingkaran pemerintahan saat ini.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama