Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Minta Pasokan Diesel Rusia, Zelensky Protes

Trump Minta Pasokan Diesel Rusia, Zelensky Protes Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana agar Rusia memasok lebih dari 300.000 metrik ton diesel ke pasar Amerika Serikat dan global. Kebijakan yang diumumkan pada 9 Oktober 2026 itu memicu kekhawatiran Ukraina karena berlangsung di tengah perang yang masih berlanjut.

Dilansir Al Jazeera (17/10/2026), rencana pasokan diesel tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi kenaikan harga bahan bakar setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Konflik tersebut menyebabkan Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima ekspor energi global. Gangguan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi internasional.

Namun, rencana penambahan pasokan diesel dari Rusia menuai kritik dari Ukraina dan sejumlah mitra Eropa. Mereka khawatir kebijakan tersebut memberikan keuntungan ekonomi kepada Moskow ketika perang melawan Ukraina masih berlangsung.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menentang keputusan Trump melonggarkan sanksi terhadap Rusia. Dalam wawancara dengan program Meet the Press di NBC pada Minggu, ia menegaskan Rusia merupakan pihak yang melakukan agresi.

“Kita tidak bisa membandingkan saya dan Putin. Dia adalah seorang agresor. Dia menduduki kita. Dia membunuh orang dewasa dan anak-anak, tentaranya. Dia adalah seorang teroris, dan itulah mengapa saya berharap Presiden Trump akan sangat jelas dengan posisi ini,” kata Zelenskyy.

Trump membela keputusannya dengan alasan ingin menjaga Rusia tetap terlibat dalam perundingan damai.

“Keputusan saya mengenai Rusia sangat sederhana. Saya sedang dalam proses menegosiasikan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan apa pun yang akan, secara bodoh, membuat Rusia menjauh dari meja perundingan,” tulis Trump melalui Truth Social.

Baca Juga: Staf Bakom Jelaskan Soal MSCI Hanya Tegur Indonesia, Korsel Aman Meski Lima Variabel Pasar Modal Lebih Buruk

Trump juga mengkritik Zelenskyy dan menuduhnya tidak sungguh-sungguh ingin mengakhiri perang. Ia menyoroti serangan Ukraina terhadap kilang diesel di Rusia.

“Zelenskyy tidak peduli, dan sejujurnya, dengan semua uang yang diberikan Eropa kepadanya… dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin memang tidak pernah menginginkannya,” tulis Trump.

Perbedaan sikap mengenai pasokan diesel dan sanksi tersebut memperlihatkan pertentangan antara kepentingan energi Amerika Serikat dan tuntutan Ukraina agar tekanan terhadap Rusia tetap dipertahankan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: