Kredit Foto: Andi Hidayat
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya meminta pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan pertumbuhan ekonomi dengan upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, kepala daerah harus mampu menerjemahkan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 ke dalam kebijakan daerah yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan.
“Mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi harus peduli juga pada lingkungan,” ujar Bima, mengutip keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Bima mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang mengorbankan lingkungan berpotensi membawa pembangunan ke arah yang tidak diharapkan. Karena itu, ia menilai daerah perlu memastikan pembangunan tetap membuka peluang ekonomi yang merata tanpa mengabaikan aspek lingkungan jangka panjang.
Ia juga menyinggung pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau sebagai salah satu peluang yang bisa didorong daerah. Menurutnya, kebijakan ekonomi daerah perlu melihat potensi lapangan kerja di sektor ramah lingkungan, seiring meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.
Baca Juga: Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, Wamendagri Bima Arya: WTP Bukan Jaminan Bebas Korupsi
Selain itu, Bima mendorong kepala daerah lebih peka terhadap kebutuhan warga dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia meminta generasi muda sejak ikut terlibat pada tahap perencanaan, termasuk dalam pembahasan soal lapangan kerja, ruang publik, dan transportasi.
“Wali kota, bupati enggak boleh hanya menyasar anak muda ketika musim pemilu tiba, governors should invite the students also for development planning,” kata Bima.
Bima menambahkan, proses perencanaan pembangunan seperti Musrenbang juga perlu membuka ruang bagi kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal.
“Partisipasinya bukan hanya seremoni, tapi meaningful participation atau partisipasi bermakna,” pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah