Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Sekadar Pelanggaran Biasa, Ini Alasan Prabowo Samakan Karhutla dengan Terorisme

Bukan Sekadar Pelanggaran Biasa, Ini Alasan Prabowo Samakan Karhutla dengan Terorisme Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia bukan sekadar pelanggaran biasa.

Ia menekankan pemerintah akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam karhutla, termasuk jika terdapat dugaan keterlibatan perusahaan asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).

"Kali ini, maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja. Kalau buktinya sudah jelas kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," ujarnya, dikutip Kamis (22/10)..

"Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan," imbuh dia.

Kepala Negara menilai kebakaran hutan tidak seluruhnya terjadi karena faktor alam. Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat indikasi kuat adanya unsur kesengajaan oleh pihak-pihak tertentu yang memicu kebakaran.

Karena itu, Prabowo meminta Kementerian Kehutanan, Polri, Kejaksaan Agung, TNI, dan unsur intelijen bekerja sama melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Eks Mendag Lutfi Sebut Malaysia Tutupi 3 Hal Soal Karhutla: 'Jangan Jadikan Indonesia Kambing Hitam!'

Ia menegaskan bahwa tindakan pembakaran hutan tidak bisa lagi dipandang sebagai pelanggaran biasa.

"Yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh. Kita akan sekarang masif menangani itu. Tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas," tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya