Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibuka Ambruk 2,06% ke Level 5.218,71, Ratusan Saham Berguguran

IHSG Dibuka Ambruk 2,06% ke Level 5.218,71, Ratusan Saham Berguguran Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tertekan pada pembukaan perdagangan Kamis (22/10/2026). Indeks melemah 109,64 poin atau 2,06% ke level 5.218,71.

Meski dibuka di zona merah, IHSG sempat bergerak naik ke level tertinggi 5.250,93. Namun, tekanan jual masih kuat sehingga indeks menyentuh level terendah 5.216,09.

Pelemahan IHSG tercermin dari mayoritas saham yang bergerak turun. Sebanyak 476 saham melemah, sementara 59 saham menguat dan 129 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat cukup ramai. Hingga pembukaan perdagangan, volume transaksi mencapai 806,87 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp371,82 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 55.754 kali.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dengan target menguji level resistance 5.400–5.490. 

Sentimen positif dari bursa Wall Street dan kebijakan Bank Indonesia (BI) menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.

Phintraco Sekuritas menyoroti penguatan indeks-indeks utama Wall Street pada Rabu (21/10/2026). Kenaikan tersebut didorong musim publikasi laporan keuangan kuartal III-2026 (earning season), yang menjadi perhatian investor dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan.

Dari dalam negeri, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21 Oktober 2026. Namun, BI menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% dan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan untuk memperkuat likuiditas rupiah.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Siap Uji Resistance 5.490

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, tapi Ancaman Yield Obligasi dan MSCI Masih Membayangi

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas moneter sekaligus mendukung ketersediaan likuiditas di sektor perbankan.

Di pasar global, harga minyak mentah Brent menguat ke level US$108 per barel. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik kurang dari 1 basis poin ke level 5,123%.

Harga emas spot juga ditutup menguat 0,3% ke level US$4.136 per troy ounce pada Rabu (21/10/2026).

Pergerakan harga komoditas dan imbal hasil obligasi AS masih perlu dicermati karena dapat memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar saham.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan