- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pesan Prabowo ke Bahlil: Kerja Cepat, Jangan Lambat dan Tak Langgar Aturan!
Kredit Foto: BPMI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap pesan khusus Presiden Prabowo Subianto kepadanya saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Saat ditanya mengenai catatan Presiden untuk dirinya, Bahlil menyampaikan pesan agar bekerja cepat dalam mengeksekusi program, tetapi tetap mengikuti aturan yang berlaku.
“Kerja cepat, eksekusi cepat, jangan lambat, sesuai aturan dan jangan melanggar aturan,” ujar Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menjawab pertanyaan wartawan mengenai pernyataan Presiden yang menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival.
“Ya memang harus survival, kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Presiden semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival,” kata Bahlil.
Bahlil kemudian menyinggung kemungkinan tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Dia menyebut pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan ekspor gas.
“Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.
Di sisi lain, Bahlil memaparkan capaian sektor ESDM selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menyebut produksi batu bara mengalami penurunan, tetapi target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan terlampaui.
Untuk devisa ekspor batu bara, Bahlil menyebut target sebesar US$27 miliar diperkirakan dapat terlampaui hingga lebih dari US$30 miliar. Sementara itu, PNBP yang ditargetkan sebesar Rp133 triliun diperkirakan mencapai lebih dari Rp160 triliun.
Bahlil juga menyampaikan bahwa kondisi energi secara umum masih berada pada standar nasional, dengan pengecualian Pertalite. Pemerintah, menurut dia, turut memperhitungkan perkembangan harga minyak mentah dunia yang berpotensi menambah kebutuhan subsidi.
Baca Juga: Bahlil Pertimbangkan Setop Perpanjangan Kontrak Ekspor Gas ke Negara Tetangga
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Soroti Sejarah Golkar: Belum Ada Ketua Umum yang Menjabat Presiden RI
Dia menyebut rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada di kisaran US$92 per barel, sedangkan asumsi dalam APBN sekitar US$70 per barel. Bahlil memperkirakan harga ICP masih berada di bawah US$100 per barel apabila kondisi tersebut berlanjut.
Meski menghadapi perkembangan harga minyak tersebut, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Tapi pemerintahan berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi. Tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra