Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Target 700 BUMN Merugi Ditutup, 364 Sudah Kena Sikat

Prabowo Target 700 BUMN Merugi Ditutup, 364 Sudah Kena Sikat Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto terus mendorong proses perampingan badan usaha milik negara (BUMN) yang sebelumnya berjumlah total 1.074 perusahaan. RI 1 menyasar setidaknya 700 perusahaan pelat merah bisa ditutup sampai akhir tahun ini. 

Menurut laporan yang diterimanya hingga Rabu (21/10/2026) malam, Prabowo mendapati sebanyak 364 BUMN yang membukukan kerugian telah dilakukan penutupan. 

"Kita bertekad sekarang untuk efisiensi. Dari 1.074 BUMN, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining. Kita sudah kurang lebih 364 ya sampai tadi malam," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 oleh OJK berlangsung di Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Target besarnya, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut membidik 700 perusahaan BUMN ditutup hingga akhir 2026. Sehingga perusahaan pelat merah yang tersisa nantinya bisa lebih berfokus untuk mengejar keuntungan. 

"Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup, yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini membuat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat," tegasnya. 

Menurut dia, program restrukturisasi BUMN telah berbuah positif, dimana perusahaan milik negara yang telah kena perampingan bisa mengantongi lonjakan laba bersih setelah terkena efisiensi dari anak usahanya.  

"BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung, sekarang sudah untung. Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen," kata Prabowo. 

Sebelumnya, COO Danantara Dony Oskaria menargetkan proses streamlining badan usaha milik negara (BUMN) bakal membuat perusahaan pelat merah tersisa hanya 200 entitas pada akhir tahun ini.

Baca Juga: IHSG Tertekan, Danantara Borong Saham BUMN yang Menarik

Baca Juga: IHSG Meroket 5,6%, Saham BUMN dan Korporasi Jumbo Kompak Menguat

Dony menjelaskan, proses streamlining BUMN dilakukan lewat beberapa tahapan, mulai dari aksi penutupan, likuidasi, divestasi, hingga restrukturisasi. 

"Bentuk restrukturisasi itu berbagai macam, ada yang bentuknya equity, ada juga yang kita inbreng aset, tapi itu juga ujungnya ke equity, ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya," jelasnya dalam acara yang digelar IKA FIKOM UNPAD di Jakarta pada awal Oktober 2026. 

Melalui proses efisiensi tersebut, Danantara memproyeksikan BUMN yang tersisa nantinya hanya sekitar 200 perusahaan di akhir 2026. 

"Nah ini sudah selesai kita tentukan, sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan yang kita kelola," ujar dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan