Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI Jadi Sorotan, Unggahan Pertama Foto Ijazah Jokowi Ternyata Didapat dari Akun Misterius

PSI Jadi Sorotan, Unggahan Pertama Foto Ijazah Jokowi Ternyata Didapat dari Akun Misterius Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ada ujian berat terhadap Kkredibilitas narasi pembelaan terhadap dokumen pendidikan milik Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Hal ini menyusul pengakuan mengejutkan dari Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama.

Dikutip Jumat (23/10/2026) Dian yang disebut-sebut menjadi pengunggah pertama foto dokumen ijazah terkait dihadirkan sebagai saksi kunci dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa dari Dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa). Namun secara mengejutkan, foto yang diklaim sebagai "ijazah asli" yang dirinya unggah ternyata hanya diperoleh dari sebuah akun anonim yang tidak jelas rekam jejaknya.

Baca Juga: Prabowo Taruh Perhatian Khusus ke Bintang PDIP: Yang Ada Bowo-bowo Itu Lho

Ia mengakui bahwa dirinya tidak pernah melakukan verifikasi forensik atau mengonfirmasi wujud fisik dokumen tersebut kepada instansi berwenang. Foto lembaran ijazah yang memicu kehebohan di platform X pada tahun lalu itu ia dapatkan semata-mata dari interaksi acak di kolom komentar media sosialnya.

Dian menjelaskan bahwa saat dirinya tengah membuat utas (thread) yang membahas perjalanan kuliah mantan presiden terkait, sebuah akun misterius bernama @hyperpoison tiba-tiba mengirimkan gambar ijazah milik Jokowi. Tanpa proses verifikasi yang memadai, dirinya langsung mempercayainya sebagai kebenaran mutlak.

“Saya men-download dan memposting sesuai dengan yang dikirim lewat komentar aslinya dari akun @hyperpoison,” kata Dian.

Sikap nekat dan reaktifnya tergambar jelas ketika ia mengakui hanya butuh waktu sekitar 10 hingga 15 detik untuk mengunduh gambar dari akun antah-berantah tersebut, lalu mengunggahnya kembali ke akun pribadinya, @diansandiu, tanpa melalui proses penyuntingan atau pengecekan silang. Motif utamanya saat itu hanyalah untuk memenangkan perdebatan online melawan kelompok yang meragukan keabsahan riwayat pendidikan Jokowi.

“Buat yang ributin fotokopi ijazah beliau yang saya upload pada utas, biar kalian tenang lebarannya ini saya upload yang asli,” ungkap Dian.

Ia sendiri mengaku hanya mencocokkan visual gambar dari akun @hyperpoison tersebut dengan tayangan video reuni Universitas Gajah Mada (UGM) 2022.

Cerobohnya penyebaran informasi krusial menyangkut dokumen negara ini berbanding terbalik dengan kerasnya sanksi hukum yang kini menjerat kelompok pengkritik, dalam hal ini Dokter Tifa.

Diketahui, influencer tersebut secara detail mencoba menganalisis kejanggalan anatomi dokumen seperti letak foto wisuda, format buku alumni hingga klaim pembimbing dari Profesor Achmad Soemitro. Namun pada akhirnya ia harus berurusan dengan pengadilan.

Diketahui, jaksa penuntut umum telah menyusun dakwaan berlapis untuk memenjarakan sosok dariDokter Tifa. Jaksa secara tegas menyebut bahwa keraguan yang dipublikasikan oleh terdakwa tidak bisa dianggap sebagai kritik akademis, melainkan sebuah serangan personal yang berujung pada kerugian immateriil. 

"Tercemarnya nama baik saksi secara personal, merasa telah dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya," ungka jaksa.

Baca Juga: Sentilan Prabowo Cari Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD 2026: Paling Dekat Kok Malah Enggak Hadir

Dokter Tifa sendiri kini dijerat dengan Pasal 434 ayat (1) KUHP dan UU ITE.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar