Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Alami Tekanan Psikis? Komnas PA: Terbukti Hasil Asesmen...
Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
Perselisihan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Lembaga tersebut mengkhawatirkan konflik orang tua yang terus menjadi konsumsi publik dapat memberikan tekanan emosional kepada anak-anak mereka.
Ketua Umum Komnas PA Agustinus Sirait mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyimpan hasil asesmen terhadap anak yang bersangkutan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi anak dengan melibatkan tenaga ahli di bidang psikologi.
"Karena kami sebagai lembaga perlindungan anak, ada anak yang kami duga sudah mengalami tekanan psikis," kata Agustinus dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment, dikutip Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Ruben Onsu: Komnas Anak Sudah Terlalu Jauh Ikut Campur Soal Gugatan Hak Asuh
Agustinus menegaskan bahwa dugaan tersebut bukan sekadar kekhawatiran tanpa dasar. Ia menyebut Komnas PA telah memiliki hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap anak tersebut.
"Terbukti, kami sudah menyimpan hasil asesmen anaknya," ujarnya.
Dalam proses pemeriksaan itu, Agustinus menjelaskan bahwa Komnas PA turut membawa tenaga ahli psikolog untuk membantu melakukan asesmen. Ia juga menegaskan bahwa layanan tersebut diberikan tanpa memungut biaya dari pihak keluarga.
"Kami bawa tenaga ahli psikolog dan sekali lagi, kami tidak minta, kami menggratiskan biaya asesmennya," lanjut dia.
Lebih jauh, Agustinus mengingatkan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam membentuk perilaku dan kepribadian anak. Menurutnya, proses belajar anak tidak hanya berasal dari nasihat yang disampaikan, tetapi juga dari sikap dan tindakan yang mereka lihat setiap hari.
Karena itu, ia berharap orang tua dapat memberikan teladan yang baik, termasuk ketika menghadapi persoalan rumah tangga. Konflik yang terus berlangsung tanpa mempertimbangkan kondisi anak dikhawatirkan meninggalkan pengalaman emosional yang sulit diatasi.
Agustinus menilai, luka batin yang tidak tertangani berpotensi mempengaruhi cara anak menjalin hubungan dan menghadapi persoalan ketika dewasa. Meski begitu, dampak jangka panjang pada setiap anak bisa berbeda, bergantung pada kondisi masing-masing serta dukungan yang diterima.
"Kalau ini terus terjadi, dia akan bawa luka batinnya sampai mereka dewasa, menikah, tentu akan meneruskan sikap seperti ini," jelas Agustinus.
Ia pun berharap persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah dapat diselesaikan secara dewasa. Menurutnya, kepentingan dan kondisi psikologis anak harus tetap menjadi perhatian utama agar mereka tidak ikut menanggung beban konflik orang tua.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: