Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Semakin Loyo, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.070 per Dolar AS

Semakin Loyo, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.070 per Dolar AS Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot kembali tertekan di awal perdagangan Jumat (23/10/2026). Rupiah dibuka di level Rp18.070 per dolar AS atau melemah 0,06% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp18.060 per dolar AS. 

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang rupiah pada hari ini bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp18.060 - Rp18.110. Sedangkan perdagangan dalam minggu ini diperkirakan berada pada Rp17.850 - Rp18.200.

Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah ini terjadi usai lembaga pemeringkat Fitch Ratings memandang bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka menengah kuat, namun akan tetap di bawah target pemerintah, yakni 8%. 

Pada 2027, pemerintah mulai menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% atau cukup lebih tinggi dari target tahun ini yaitu 5,4%.  Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap di bawah target pemerintah tersebut. 

"Fitch juga menggarisbawahi risiko-risiko dari meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan erosi terhadap konsistensi maupun kredibilitas dari bauran kebijakan," kata dia kepada wartawan.

Kondisi ini terjadi di tengah pembuatan kebijakan yang semakin tersentralisasi. Hal tersebut tertuang dalam penilaian Fitch yang menurunkan prospek kredit Indonesia dari Stable ke Negative pada Maret 2026 lalu. 

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Rebound, tapi Sinyal Bahaya dari Asing dan Rupiah

Baca Juga: Fitch Ungkap Tiga Risiko Ekonomi RI: Investor, Rupiah, dan APBN

Adapun kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah didasari oleh perkembangan ekonomi makro terkini di tengah kenaikan harga energi global.  Misalnya, pertumbuhan ekonomi selama semester I/2026 mencapai 5,45% (YoY) atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yakni 5,1%.

"Namun, Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini juga tidak akan mencapai target pemerinta," tegas dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: