Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Belajar AI Lewat Pelatihan Sandiaga Uno, UMKM Jamu Instan Sukses Tingkatkan Omzet

Belajar AI Lewat Pelatihan Sandiaga Uno, UMKM Jamu Instan Sukses Tingkatkan Omzet Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membantu Ngatiyem, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Ciawi, Kabupaten Bogor, mengembangkan pemasaran jamu instan H’Dayah. Melalui program inkubasi usaha, ia mulai membuat materi promosi yang lebih bervariasi sekaligus membenahi pencatatan keuangan.

Usaha H’Dayah berawal dari kebiasaan Ngatiyem meracik minuman herbal untuk suaminya yang bekerja dengan sistem tiga sif. Seiring waktu, racikan tersebut dikembangkan menjadi usaha rumahan untuk menambah pendapatan keluarga.

Pada 2017, suaminya mengalami gangguan kesehatan dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam proses pengobatan, Ngatiyem mengaku meminta izin dokter untuk memberikan racikan herbal berupa kunyit putih dan jahe merah sebagai pendamping perawatan medis.

Menurut penuturannya, setelah sekitar sepekan mengonsumsi racikan tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium suaminya menunjukkan perkembangan yang baik. Suaminya kemudian diperbolehkan pulang dengan anjuran rawat jalan.

“Suami saya pulih dalam waktu sekitar tiga bulan,” ungkap Ngatiyem pada Rabu (21/10/2026).

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ngatiyem mengembangkan jamu instan H’Dayah. Ia kemudian memasarkan produknya melalui WhatsApp dan Instagram @jamu_instan_hidayah.

Namun, pemasaran yang dilakukan sempat menghadapi kendala. Materi promosi yang dibuatnya cenderung monoton, sementara penjualan produk juga mengalami kelesuan.

Kesempatan mengembangkan usaha datang ketika Ngatiyem mengikuti program Inkubasi Mitra Inkubator GAN di Ciawi, Kabupaten Bogor, yang mendapat pelatihan dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Melalui program tersebut, ia mempelajari pemanfaatan AI untuk membuat materi promosi yang lebih beragam. Ia juga memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan produk dan pengelolaan usaha.

Perubahan dalam strategi promosi itu turut diikuti penambahan reseller. Ngatiyem menyebut omzet usahanya kini mencapai sekitar Rp 1,5 juta per minggu dengan dukungan penjualan produk tambahan.

“Alhamdulillah ada peningkatan omzet selama ikut inkubasi dan alhamdulillah bertambah reseller,” ujarnya.

Selain mempelajari pemasaran digital, Ngatiyem mulai membiasakan diri mencatat keuangan usaha secara mingguan. Langkah ini dilakukan agar pengelolaan bisnis menjadi lebih teratur.

“Pelatihan ini memberikan saya banyak pengetahuan baru. Bukan hanya ide untuk mengembangkan produk, tetapi juga belajar memanfaatkan teknologi dalam promosi,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga memberinya kesempatan membangun jejaring dan membentuk kebiasaan mengelola usaha secara lebih terarah.

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Menurut Sandiaga, penguatan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan omzet, tetapi juga pada kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun jejaring pemasaran.

Baca Juga: Akselerasi Bisnis Bersama Pelatihan Sandiaga Uno, Nasi Bejeg Malangan Buka Peluang Kerja Kurir Difabel

“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Pelaku UMKM perlu terus belajar, berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, serta membangun jejaring dan kolaborasi,” ujar Sandiaga.

Ia menilai kisah Ngatiyem mengembangkan jamu instan H’Dayah menjadi salah satu gambaran upaya pelaku usaha dalam beradaptasi melalui pembelajaran dan pendampingan.

Melalui program inkubasi, pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan pemasaran digital, mengembangkan produk, serta memperbaiki pencatatan keuangan untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memperluas jangkauan pasar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat