Goyang Posisi Prabowo di Survei, Dedi Mulyadi Disarankan Ambil Dua Langkah Politik Ekstrem Ini
Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan dua langkah politik yang harus dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM apabila ingin maju pada Pilpres 2029.
Menurut Adi, langkah pertama adalah memastikan ada partai politik yang bersedia mengusungnya sebagai calon presiden. Langkah kedua, KDM harus tidak lagi berada dalam barisan Partai Gerindra.
"Jadi ada dua langkah yang mesti dilakukan oleh KDM jika ingin maju di 2029. Tentu harus ada partai politik yang harus mengusung dan yang kedua tentu tidak lagi bersama dengan Partai Gerindra," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Jumat (23/10).
Menurut Adi, tantangan terbesar KDM saat ini adalah posisinya yang masih menunjukkan loyalitas penuh kepada Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto.
"Problemnya adalah sekalipun di KDM itu muncul popularitas, elektabilitas dan kesukaannya muncul secara signifikan, tapi per hari ini KDM selalu mengatakan bahwa tegak lurus bersama dengan Gerindra dan selalu ingin bersama dengan Pak Prabowo Subianto," katanya.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil survei nasional terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Oktober 2026, elektabilitas Dedi Mulyadi mampu melampaui Presiden Prabowo dalam simulasi calon presiden.
Baca Juga: Bukan Cuma Puan dan Ganjar, Pengamat Sebut Tokoh Senior PDIP Ini Punya Tiket Emas Menuju 2029
Dalam simulasi semi-terbuka yang melibatkan 24 nama, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35,5 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 10,3 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto berada di posisi ketiga dengan 9,8 persen.
Adapun dalam simulasi head-to-head atau dua nama, KDM unggul telak dengan 69,3 persen, jauh di atas Prabowo yang memperoleh 18,8 persen. SMRC menilai penurunan elektabilitas Prabowo dipengaruhi oleh evaluasi publik terhadap kondisi ekonomi serta sejumlah program pemerintah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: