Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Mandiri Ungkap Dunia Usaha Siap Ekspansi pada 2027

Bank Mandiri Ungkap Dunia Usaha Siap Ekspansi pada 2027 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melihat kesiapan dunia usaha untuk meningkatkan investasi dan melakukan ekspansi menjelang akhir 2026 hingga memasuki 2027 berada dalam kondisi yang cukup baik.

Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, mengatakan prospek ekspansi tersebut didukung oleh sejumlah sektor usaha yang dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan.

"Menjelang akhir 2026 dan memasuki 2027, kami melihat kesiapan dunia usaha untuk berekspansi cukup baik," ujar Timothy Paparan Kinerja Kuartal III 2026 Bank Mandiri

Menurut Timothy, sektor telekomunikasi dan kesehatan menjadi dua bidang yang memiliki prospek untuk mendukung aktivitas investasi ke depan.

Selain itu, ketahanan sektor makanan dan minuman, utilitas, serta usaha yang berkaitan dengan pemerintah turut menopang kesiapan dunia usaha dalam mengembangkan kapasitas bisnis.

Timothy menjelaskan, Bank Mandiri siap mendukung kebutuhan investasi produktif dan ekspansi nasabah melalui fasilitas pembiayaan yang telah disediakan.

Salah satu sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan berasal dari fasilitas kredit yang telah disetujui tetapi belum ditarik atau undisbursed loan.

"Bagi Bank Mandiri, fasilitas yang belum ditarik menjadi ruang untuk mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi nasabah," jelas Timothy.

Meski demikian, pemanfaatan fasilitas tersebut tidak selalu dilakukan sekaligus. Pencairan kredit mengikuti kebutuhan pendanaan dan perkembangan kegiatan usaha masing-masing debitur.

Untuk kredit investasi, penarikan dana umumnya disesuaikan dengan kemajuan proyek, pengadaan peralatan, serta pemenuhan persyaratan pencairan.

Sementara itu, penggunaan kredit modal kerja mengikuti siklus produksi dan penerimaan pembayaran perusahaan.

Menurut Timothy, keputusan pencairan juga dipengaruhi permintaan pasar, biaya pendanaan, serta kondisi kas internal nasabah.

Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Cuan Emas dari 42 Juta Pengguna Livin’

Baca Juga: Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun, Modal Tetap Terjaga

Dari sisi industri perbankan, ia menyebut pertumbuhan kredit mencapai 13,3% secara tahunan pada September 2026, melampaui pertumbuhan fasilitas kredit yang belum ditarik sebesar 7,91%. Rasio undisbursed loan terhadap plafon kredit juga turun 84 basis poin secara tahunan menjadi 21,7%.

Perkembangan tersebut, menurut Timothy, mengindikasikan bahwa pemanfaatan fasilitas pembiayaan oleh dunia usaha semakin membaik. Namun, Bank Mandiri tetap menekankan pentingnya pengelolaan risiko dalam setiap pencairan pembiayaan.

Perseroan akan memperhatikan kesiapan proyek, kondisi arus kas, serta kemampuan pembayaran debitur agar ekspansi kredit tetap sejalan dengan kualitas aset.

"Kami siap mendukung pemanfaatannya untuk investasi produktif dan peningkatan kapasitas usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas kredit," tegas Timothy.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan