Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jimly Minta Publik Move On dari Polemik Ijazah Gibran: Tidak Usah Baper

Jimly Minta Publik Move On dari Polemik Ijazah Gibran: Tidak Usah Baper Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

"Tidak usah baper," menjadi pesan tegas yang disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie saat menanggapi polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia meminta masyarakat lebih rasional dan dewasa dalam menyikapi dinamika politik yang masih berlangsung setelah Pilpres 2024.

Jimly menilai perdebatan berkepanjangan mengenai latar belakang pendidikan Gibran hanya menghabiskan waktu dan energi. Menurutnya, polemik tersebut tidak mengubah status Gibran yang telah resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

"Ada orang ngabisin waktunya urusan ijazah. Ada yang masih kecewa kepada Gibran. Terus, ya bagaimana? Dia sudah jadi wapres," tuturnya, Jumat (23/10/2026).

Imbauan tersebut disampaikan ketika isu ijazah Gibran kembali menjadi perhatian publik. Jimly mengingatkan bahwa masyarakat perlu menerima realitas politik yang sudah terbentuk tanpa terus terbawa sentimen pribadi terhadap sosok yang kini menduduki jabatan wakil presiden.

Ia juga menyinggung hubungan politik Gibran dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Jimly, Prabowo sendiri yang meminta Gibran menjadi pendampingnya dalam Pilpres 2024, sehingga keputusan tersebut merupakan bagian dari pilihan politik yang membentuk pemerintahan saat ini.

"Presiden sendiri yang minta supaya Gibran menjadi wakilnya. Mintanya pun kepada Pak Jokowi waktu itu masih presiden. Tidak mungkin Pak Prabowo mau memberhentikan wakilnya, sedangkan dia sendiri yang minta Gibran jadi wapresnya," kata Jimly.

Baca Juga: Politisi PSI Sebut Ada 'Iri Hati' terhadap Keluarga Jokowi, Singgung Kritik ke Gibran

Pernyataan itu sekaligus menjadi alasan Jimly menilai pemberhentian Gibran oleh Prabowo tidak mungkin terjadi di tengah polemik yang kembali mencuat. Ia menempatkan keputusan pencalonan pada Pilpres 2024 sebagai konteks penting dalam memahami posisi politik keduanya.

Meski demikian, pandangan Jimly mengenai polemik tersebut merupakan penilaiannya terhadap situasi politik yang berlangsung. Pesannya kepada masyarakat tetap sama, yakni menyikapi perbedaan pendapat secara dewasa dan tidak membiarkan sentimen pribadi mendominasi perdebatan.

"Tidak usah baper," pungkas Jimly.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama