Prabowo Sempat Cari Dedi Mulyadi di Rakornas, Ternyata Sang Gubernur Sedang Lakukan Ini di Gunung Ciremai
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang berlangsung di JIExpo, Jakarta, dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Dedi, dirinya memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan. Ia menyebut tugas tersebut menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (23/10/2026), Dedi mengungkapkan bahwa langkah fokus pada penanganan kebakaran juga sejalan dengan arahan yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Selain itu, ia telah menyampaikan laporan terkait absensinya kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Eleketabilitas Melejit, Dedi Mulyadi Disebut Harus Tinggalkan Gerindra
"Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg. Saya juga sudah lapor ke Pak Seskab," ujar Dedi, dikutip Sabtu (24/10).
Dedi menuturkan bahwa kondisi kebakaran di Gunung Ciremai saat ini sudah lebih terkendali. Penyebaran api berhasil dibatasi sehingga tidak merambat ke area yang lebih luas.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng sejumlah pihak, termasuk unsur pertahanan dan militer. Koordinasi dilakukan guna mendatangkan helikopter yang akan digunakan dalam operasi water bombing untuk menjinakkan titik-titik api yang masih aktif.
Ia menjelaskan, sejumlah helikopter telah disiapkan dan ditempatkan di wilayah strategis seperti Kertajati dan Pangkalan Sukani, Majalengka. Armada tersebut akan difokuskan untuk menjatuhkan air ke area terdampak guna mencegah kebakaran semakin meluas.
Selain dukungan udara, sekitar seribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan juga diterjunkan ke lokasi. Mereka bertugas memperkuat upaya pengendalian karhutla, termasuk mengoptimalkan fungsi kanal-kanal alami sebagai penghalang penyebaran api.
"Hari ini ada 1.000 warga TNI, Polri, relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif," ungkapnya.
Menurut Dedi, pemanfaatan kanal alami tidak hanya efektif untuk penanganan saat ini, tetapi juga dapat menjadi langkah mitigasi jangka panjang apabila kebakaran kembali terjadi di kemudian hari.
Menutup pernyataannya, Dedi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam. Ia menegaskan bahwa manusia sangat bergantung pada alam sehingga upaya perlindungan terhadap lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Elektabilitas Capai 69 Persen, Mengapa Posisi Dedi Mulyadi Belum Aman Menurut Pengamat?
Sebelumnya, dalam Rakornas TPAKD, Prabowo sempat menayakan kehadiran Dedi Mulyadi saat menyapa sejumlah kepala derah dalam acara tersebut.
"Ke mana KDM? Yang paling dekat enggak hadir malah. Pasti sibuk," kata Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: