Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pilpres 2029 Memanas: Sosok Kejutan Ini Disebut Berpotensi Pecah Kongsi demi Hadapi Prabowo!

Pilpres 2029 Memanas: Sosok Kejutan Ini Disebut Berpotensi Pecah Kongsi demi Hadapi Prabowo! Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menilai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM berpeluang maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 apabila memilih berpisah dari Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Gerindra sendiri telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

Selain tidak lagi bersama Gerindra, KDM juga dinilai harus mendapatkan dukungan dari partai politik lain agar peluangnya maju sebagai kandidat presiden semakin terbuka.

"Tapi beda ceritanya kalau Pak KDM pisah jalan tidak lagi bersama dengan Gerindra dan misalnya mendapatkan salah satu dukungan dari salah satu kekuatan partai politik di negara kita, ya KDM bisa melaju itu PR terbesarnya," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Sabtu (24/10).

Sebagai informasi, berdasarkan hasil survei nasional terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Oktober 2026, elektabilitas Dedi Mulyadi mampu melampaui Presiden Prabowo dalam simulasi calon presiden.

Baca Juga: Bukan Cuma Puan dan Ganjar, Pengamat Sebut Tokoh Senior PDIP Ini Punya Tiket Emas Menuju 2029

Dalam simulasi semi-terbuka yang melibatkan 24 nama, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35,5 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 10,3 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto berada di posisi ketiga dengan 9,8 persen.

Adapun dalam simulasi head-to-head atau dua nama, KDM unggul telak dengan 69,3 persen, jauh di atas Prabowo yang memperoleh 18,8 persen. SMRC menilai penurunan elektabilitas Prabowo dipengaruhi oleh evaluasi publik terhadap kondisi ekonomi serta sejumlah program pemerintah.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya