Kredit Foto: Lestari Ningsih
Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal melontarkan peringatan serius kepada pemerintah terkait merosotnya kepercayaan pelaku usaha dan investor di Indonesia.
Di tengah polemik pasar modal dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), Dino mengingatkan bahwa persoalan kepercayaan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merembet ke krisis ekonomi, sosial, bahkan politik.
Menurut Dino, penurunan kepercayaan bukan lagi sekadar kekhawatiran. Gejalanya, kata dia, mulai dirasakan pengusaha dari berbagai lapisan, mulai dari kelas atas hingga pelaku usaha menengah dan bawah, baik di dalam maupun luar negeri.
“Erosi kepercayaan di dalam negeri sudah terasa di pengusaha papan atas, menengah, dan bawah. Kalau Presiden tidak mencium gejala ini, berarti beliau tidak mendapat informasi yang sebenarnya mengenai kondisi di lapangan,” ujar Dino dikutip dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (24/10/2026).
Dino menegaskan, pemerintah perlu mencermati persoalan di sektor keuangan secara serius. Pasalnya, gejolak keuangan yang tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi krisis yang mengganggu stabilitas nasional.
Dino mengingatkan pengalaman krisis moneter 1998 sebagai pelajaran penting. Saat itu, krisis ekonomi berkembang menjadi krisis multidimensi yang pada akhirnya turut mengakhiri kekuasaan Presiden Soeharto.
Baca Juga: Dino Patti Djalal: MSCI Tak Mungkin Jadi Alat Singapura Rebut Aset Indonesia
Baca Juga: Dino Patti Djalal Bantah Tudingan Singapura Konspirasi Jatuhkan Ekonomi RI: Tak Masuk Akal!
Baca Juga: MSCI Ditantang Balik Prabowo, Pengamat: Jangan Cuma Muncul Pas Kepepet
Berkaca pada pengalaman tersebut, Dino menilai pemerintah perlu memastikan bahwa Presiden memperoleh informasi yang jujur dan akurat mengenai kondisi nyata di lapangan.
Langkah antisipasi, sambung Dito, harus dilakukan sejak gejala penurunan kepercayaan mulai muncul, bukan setelah dampaknya semakin luas dan sulit dikendalikan.
Ia pun meminta pemerintah memanfaatkan waktu yang masih tersedia untuk memulihkan kepercayaan pelaku usaha dan investor sebelum situasi memburuk.
“Saran saya, lebih baik mengobati erosi kepercayaan ini dari awal ketimbang menunggu sampai sudah tidak tertolong lagi. Dan masih ada waktu tiga tahun ke depan untuk melakukan hal ini,” tegas Dino.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: