- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
Tangani Karhutla di Kalsel, Pemerintah Bersihkan Saluran Air dan Bikin Sumur Bor
Kredit Foto: Ist
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui penyediaan sumber air, serta pengerahan sarana dan prasarana. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus menjaga kelembapan lahan gambut di kawasan rawan kebakaran.
Kementerian PU juga melakukan pembersihan saluran pembuang Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan sepanjang sekitar 11,25 kilometer. Pekerjaan ini meliputi pengangkatan sedimentasi, gulma, semak, sampah, dan material yang menghambat aliran air.
Dengan saluran yang lebih lancar, pasokan air dapat membantu upaya pemadaman dari darat maupun udara sebagai sumber air untuk heli water bombing yang membantu penanganan karhutla.
Selain mengoptimalkan saluran yang ada, Kementerian PU menyiapkan pembangunan sumur bor guna membasahi lahan gambut dan sebagai sumber air untuk memadamkan karhutla di kawasan rawan.
Hingga 22 Oktober 2026, kegiatan geolistrik telah dilakukan pada empat titik sumur bor. Di Kelurahan Sukamara, mobilisasi peralatan dan pembersihan lahan atau land clearing juga telah dilaksanakan.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur sumber daya air berperan penting dalam mendukung penanganan bencana, termasuk karhutla. Ketersediaan air dan akses terhadap sumber air perlu dipastikan agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara cepat dan berkelanjutan.
"Kami akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata untuk kebutuhan masyarakat," ujar Dody, Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga: Karhutla Belum Padam, Tol Palindra Dibayangi Bahaya Asap!
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Kementerian PU melakukan penanganan karhutla pada sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, yang mencakup Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala.
Dalam mendukung kesiapsiagaan, Kementerian PU turut mengerahkan sejumlah armada. Antara lain, delapan unit ekskavator, dua unit truck trailer, enam unit dump truck, dua unit mobil pompa air, satu unit mobil tangki, dan tujuh mobil pick up.
Selain itu, Kementerian PU juga mengerahkan peralatan pendukung, meliputi empat unit mesin genset lamp, 30 unit mesin pompa air, dua unit mesin kompresor, lima unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.000 liter, serta 4 unit sprinkler. Peralatan tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi untuk menunjang penanganan sesuai kebutuhan lapangan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: