Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Serius Garap BUMN Tekstil, Termasuk Opsi Caplok Sritex

Danantara Serius Garap BUMN Tekstil, Termasuk Opsi Caplok Sritex Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menegaskan keseriusan dalam pembentukan badan usaha milik negara atau BUMN tekstil lewat beberapa skenario. Termasuk opsi mengakuisisi salah satu perusahaan tekstil eksisting seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Dony menyatakan, investasi pembentukan BUMN Tekstil ini dilakukan karena sektor bersangkutan punya pasar yang begitu luas, termasuk peluang menciptakan banyak lapangan pekerjaan. 

"Pak Presiden kan inginnya bahwa industri ini memberikan employment yang besar. Terutama sekali yang padat karya kan, yang menyerap tenaga kerja banyak. Salah satunya kan industrinya itu adalah tekstil, sepatu, elektronik," ujar dia saat ditemui di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Kendati begitu, Danantara tetap akan patuh terhadap regulasi yang ada dalam rencana pembentukan BUMN Tekstil. Sehingga bisa menciptakan industri yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan pasar. 

"Ini kan memberikan dampak yang signifikan terhadap pembukaan lapangan pekerjaan. Karena itu Danantara serius akan masuk di sektor lingkungan," tegas Dony seraya mengulang. 

Sebelum eksekusi, Danantara saat ini membuka dua opsi dalam  pembentukan BUMN Tekstil. Pertama, dengan mengambil alih perusahaan eksisting seperti Sritex. Rencana awal ini diinisiasi lantaran Danantara nantinya tidak ingin memastikan perusahaan tekstil yang sudah ada.

"Kalau dia berdampak misalkan tadi kalau dia mati, terjadi pengurangan karyawan yang banyak, nah ini kan kita harus selamatkan. Tapi kita perbaiki bisnis modelnya, dengan benar-benar yang lebih rapi," kata dia.

Di sisi lain, Danantara juga tengah mengkaji untuk membangun perusahaan pelat merah khusus yang bergelut di bidang tekstil.

Baca Juga: Danantara Kasih Sinyal IPO BUMN Paling Cepat di 2028

Baca Juga: Danantara: 52% BUMN Merugi hingga Rp27,19 Triliun per Tahun

"Ada juga yang buka baru, ini sedang kita kaji. Yang mana pilihannya kan pada dasarnya membangun perusahaan itu ada yang kita akuisisi, ada yang kita bangun dari nol," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Dony menegaskan, pihaknya serius dalam menggarap BUMN tekstil lantaran bakal berdampak terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang sangat luas. Sehingga Danantara berencana tidak hanya mencaplok sisi hulu (upstream), tapi juga midstream hingga hilir (downstream).  

"Kita serius, karena dampaknya kan membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Apalagi dengan market yang kita punya. Kita punya masyarakat hampir 300 juta kan penduduk kita. Maksudnya kita tidak bisa mem-provide tekstil kita sendiri," tutur dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan