Kredit Foto: Paramount Enterprise
Paramount Land memperkuat strategi pengembangan kota mandiri melalui integrasi hunian, kawasan komersial, fasilitas publik, dan konektivitas transportasi untuk meningkatkan daya tarik investasi properti jangka panjang.
Strategi tersebut dijalankan melalui dua kawasan utama, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. Pengembang mengandalkan kelengkapan fasilitas, pengembangan distrik komersial, serta pembangunan akses transportasi sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi.
Direktur Paramount Land Chrissandy Dave mengatakan, pertimbangan konsumen dalam membeli properti kini tidak lagi terbatas pada bangunan, tetapi juga mencakup konektivitas, kenyamanan aktivitas sehari-hari, kelengkapan fasilitas, dan potensi nilai investasi jangka panjang.
“Oleh karena itu, Paramount Land menghadirkan pengembangan kawasan yang tidak hanya fokus pada produk hunian dan komersial, tetapi juga pada ekosistem kota yang mendukung kebutuhan living, working, business, education, lifestyle, dan rekreasi dalam satu kawasan terintegrasi,” ujar Chrissandy dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Di Paramount Gading Serpong, perusahaan mengembangkan kawasan yang mencakup hunian, pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta ruang komersial. Kawasan tersebut kini dihuni hampir 120.000 penduduk dengan 38 klaster hunian yang telah terisi.
Aktivitas kawasan juga tercermin dari lalu lintas di bulevar utama yang disebut mencapai lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Paramount Land menilai aktivitas tersebut mencerminkan perkembangan kegiatan ekonomi dan sosial di kawasan, meskipun perusahaan tidak merinci periode pengukuran maupun metode penghitungan lalu lintas tersebut.
Pengembangan komersial berlanjut melalui Victoria Central District seluas 6 hektare. Kawasan ini melengkapi Pasadena Central District yang memiliki luas 40 hektare dan telah lebih dahulu dikembangkan.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing mengatakan, perusahaan berupaya memperkuat ekosistem kawasan melalui integrasi bisnis properti, layanan kesehatan, dan perhotelan.
“Dengan mengintegrasikan unit bisnis properti, layanan kesehatan melalui Bethsaida Healthcare, dan perhotelan di bawah Parador Hotels & Resorts, Paramount Land menunjukkan ekosistem yang solid dan berkelanjutan,” ujar Ferry.
Selain fasilitas di dalam kawasan, Paramount Land menjadikan akses transportasi sebagai salah satu faktor pendukung pengembangan properti.
Di Gading Serpong, perusahaan bekerja sama dengan Sinar Mas Land dan Summarecon Serpong untuk membangun akses penghubung antara Boulevard Raya Gading Serpong dengan BSD City melalui Simpang Pasadena-Symphonia.
Sementara itu, Paramount Petals dikembangkan di koridor barat Jakarta dengan luas sekitar 400 hektare. Kawasan tersebut dirancang mengintegrasikan hunian, area komersial, bisnis, pendidikan, kesehatan, fasilitas gaya hidup, dan ruang publik.
Direktur Paramount Land Norman Daulay menyebutkan, modifikasi pintu keluar di kilometer 25 ruas Tol Jakarta-Tangerang yang terintegrasi dengan Paramount Petals telah memasuki tahap finalisasi uji laik operasi dan ditargetkan beroperasi pada semester II 2026.
Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat aksesibilitas kawasan dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitarnya. Namun, realisasi operasionalnya tetap bergantung pada penyelesaian tahapan teknis dan perizinan yang diperlukan.
Paramount Land juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) pada Februari 2026 untuk penjajakan pengembangan MRT Lintas Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja.
Proyek yang disebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan terintegrasi dengan kawasan Paramount Land. Nota kesepahaman itu masih merupakan bagian dari penjajakan pengembangan, sehingga realisasi proyek dan dampaknya terhadap nilai properti belum dapat dipastikan.
Paramount Land turut mengandalkan pengelolaan kawasan jangka panjang untuk mempertahankan kualitas lingkungan dan kenyamanan penghuni. Melalui Paramount Township Management, perusahaan menjalankan pengawasan, perbaikan, dan pemeliharaan kawasan secara berkelanjutan.
Pengembang juga menerapkan unsur smart living dan keberlanjutan melalui fasilitas teknologi serta infrastruktur pendukung. Pada segmen komersial, Pasadena Square North dan Il Lago Studio Loft dilengkapi sistem kamera pengawas atau CCTV. Stasiun pengisian daya kendaraan listrik juga tersedia di kawasan Hampton, Atria Hotel Gading Serpong, dan Vega Hotel Gading Serpong.
Baca Juga: Paramount Petals Andalkan Akses Tol untuk Menarik Investasi Properti
Baca Juga: Paramount Land Genjot Aktivitas Komersial Paramount Petals Lewat Festival dan Pasar UMKM
Pada segmen hunian, Grand Pasadena Village, Matera, dan Menteng Grand disebut telah dilengkapi fitur seperti smart door lock, sistem rumah pintar, dan panel surya.
Paramount Land menilai integrasi fasilitas, konektivitas, pengelolaan kawasan, dan teknologi dapat mendukung daya tarik properti dalam jangka panjang. Meski demikian, perusahaan belum memaparkan data mengenai kenaikan harga properti, tingkat pengembalian investasi, maupun kontribusi masing-masing fasilitas terhadap penjualan.
Dengan pendekatan tersebut, Paramount Land berupaya membangun kota mandiri yang menggabungkan kebutuhan tempat tinggal dengan aktivitas komersial dan fasilitas publik. Efektivitas strategi tersebut terhadap nilai investasi akan bergantung pada realisasi infrastruktur, pertumbuhan aktivitas ekonomi, serta perkembangan permintaan properti di masing-masing kawasan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: