Politisi PDIP Singgung Inggris dan AS saat Kritik Pengaruh Singapura di Ekonomi RI
Kredit Foto: Instagram/Ferdinand Hutahaean
Politikus PDI-P Ferdinand Hutahaean menuding pengaruh Singapura terhadap perekonomian Indonesia tidak terlepas dari kepentingan Inggris Raya dan Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara. Pandangan itu disampaikannya saat mengkritik posisi Singapura dalam hubungan ekonomi dengan Indonesia di tengah sorotan kebijakan pasokan gas.
Ferdinand menilai Singapura selama ini memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia, termasuk dalam penentuan harga sejumlah komoditas sumber daya alam. Ia juga berpandangan bahwa Singapura telah memperoleh banyak keuntungan ekonomi dari Indonesia.
Kritik tersebut disampaikan Ferdinand melalui unggahan di akun Instagram @ferdinandhutahean pada Senin (26/10/2026). Dalam unggahan itu, ia turut menyinggung kebijakan pemerintah Indonesia yang disebutnya mengurangi pasokan gas ke Singapura.
“Kali ini Singapura salah mengkalkulasi politik, salah memilih lawan,” kata Ferdinand.
Menurut Ferdinand, persoalan pasokan gas tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Ia melihat persoalan tersebut dalam konteks hubungan ekonomi dan kalkulasi politik antara Indonesia dan Singapura.
Ferdinand juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya berani menghadapi tekanan dari pihak asing. Ia memandang sikap pemerintah Indonesia sebagai bagian dari upaya menunjukkan posisi negara dalam menentukan kebijakan ekonominya.
Meski demikian, tudingan Ferdinand mengenai kepentingan Inggris Raya dan Amerika Serikat serta pengaruh Singapura terhadap perekonomian Indonesia merupakan penilaian politik yang disampaikannya. Naskah pernyataannya tidak merinci bukti yang mendasari tudingan tersebut.
Baca Juga: Tolak Campuri Urusan Jokowi dan Keluarganya, PDIP: Kami Tak Suka Berurusan dengan Barang Bekas
Sementara itu, pengurangan pasokan gas Indonesia ke Singapura memang menjadi isu bilateral pada 26 Oktober 2026.
Pemerintah Indonesia menyatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pasokan dalam negeri, sedangkan pemerintah Singapura menyebut pengurangan pasokan itu tidak diperkirakan berdampak signifikan terhadap harga listrik dalam jangka pendek.
Perkembangan tersebut menjadi latar bagi kritik Ferdinand terhadap posisi Singapura dalam hubungan ekonomi kedua negara. Namun, belum ada dasar dalam pernyataannya untuk menyimpulkan bahwa kebijakan pasokan gas itu merupakan bagian dari strategi Inggris Raya atau Amerika Serikat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama