Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Gaungkan Penghematan Besar-besaran, Menkeu Ungkap Tujuannya

Prabowo Gaungkan Penghematan Besar-besaran, Menkeu Ungkap Tujuannya Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah perlu melakukan penghematan besar-besaran agar anggaran negara dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Rencana efisiensi tersebut disampaikan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk gejolak geopolitik global.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, penghematan merupakan bagian dari upaya pemerintah mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar pengeluaran yang benar-benar diperlukan tetap dapat dibiayai.

"Supaya kita bisa membiayai items-items pengeluaran negara yang memang diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maksudnya begitu," ujar Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Prabowo menekankan perlunya efisiensi lebih besar dalam sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Presiden meminta jajaran pemerintah bersiap melakukan penghematan di tengah situasi yang dinilainya penuh tantangan.

"Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti," tegas Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (21/10/2026).

Selain persoalan anggaran, Prabowo menyinggung berbagai gangguan yang menurutnya dihadapi Indonesia. Ia menyebut gejolak global dan persoalan yang berkaitan dengan pasar modal, termasuk MSCI, sebagai bagian dari tantangan yang harus dihadapi pemerintah.

Dia pun menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun.

"Rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, ya kan. Kita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macam lah, MSCI, macam-macam, ya kan. Dia mau, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!" tegas Prabowo.

Baca Juga: PSI: Ya Allah, Ya Rasulullah, Bagaimana Partai Seperti Ini Ada di Koalisi Prabowo-Gibran

Presiden juga menyatakan Indonesia memiliki kekuatan, keberanian, serta semangat pantang menyerah untuk menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, pemerintah harus tetap bekerja meskipun kondisi yang dihadapi tidak mudah.

"Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah," tegasnya.

Di sisi lain, Suahasil menegaskan Kementerian Keuangan mendukung langkah pengawasan terhadap pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut dia, pengawasan perdagangan dan integritas pasar modal merupakan hal penting.

"Kalau kami di Kementerian Keuangan, kita mendukung pengawasan yang dilakukan oleh OJK, melakukan pengawasan atas perdagangan dan juga integritas dari pasar modal, itu yang jadi sangat penting. Kita dukung itu," imbuh Suahasil.

Rencana penghematan besar-besaran tersebut menjadi salah satu pesan utama Prabowo kepada jajaran pemerintah di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Pemerintah menekankan efisiensi anggaran perlu diarahkan agar belanja negara tetap dapat mendukung kebutuhan masyarakat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama